Sampingan

Standar Kompetensi   : 1. Memahami struktur dan fungsi sel sebagai unit terkecil kehidupan.

Kompetensi Dasar:

1.1 Mendeskripsikan komponen kimiawi sel, struktur, dan fungsi sel sebagai unit terkecil kehidupan

1.2 Mendeskripsikan komponen kimiawi sel, struktur, dan fungsi sel sebagai unit terkecil kehidupan

1.3 Membandingkan mekanisme transpor pada membran (difusi, osmosis, transport aktif, endositosis, dan eksositosis

 

Tujuan Pembelajaran:

Setelah mempelajari bab ini, kalian dapat menjelaskan makhluk hidup menjalankan proses proses hidupnya dengan sel melalui peran organela-organela yang terdapat di dalamnya serta proses proses lain yang terkait dengan sel.

  1. A.    Sel sebagai Unit Terkecil Kehidupan

Sel merupakan unit terkecil makhluk hidup, berarti di dalam sel terdapat bagian-bagian yang berperan dalam melakukan aktivitas hidup sel. Coba pahamilah kalimat tersebut! Unit berarti bagian terkecil dari sesuatu yang dapat berdiri sendiri. Seperti halnya keluarga merupakan unit sosial yang paling kecil dalam kelompok hidup di masyarakat. Keluarga-keluarga akan membentuk desa. Begitu pula sel. Jutaan sel yang berukuran kecil menyusun tubuh makhluk hidup.

Pengetahuan tentang sel telah dimulai sejak abad ke-17 di mana pada waktu itu Robert Hooke (1635-1703) dari Inggris seorang pedagang kaca berhasil membuat sebuah alat yang dapat digunakan untuk mengamati benda-benda yang sangat kecil. Alat itu kemudian dikenal dengan nama mikroskop. Dengan mikroskop itu Robert Hooke dapat melihat bagian-bagian dari irisan kulit kayu yang mati dan sangat kecil. Hasil pengamatan itu berupa petak-petak segi empat yang di tengahnya kosong. Benda tersebut disebut sel yang berarti petak atau ruang kecil (Harliyono, 1999 : 21). Pada tahun 1838 – 1939, dua orang ahli fisiologi Jerman, Theodor Schwann dan Matthias Jakob Schleiden, masing-masing bekerja secara sendiri-sendiri, mengajukan suatu teori sel yang baru dan revolusioner. Mereka menganggap bahwa makhluk hidup, dari yang paling sederhana sampai yang paling kompleks, hampir sepenuhnya tersusun dari sel dan bahwa sel-sel ini memainkan peranan penting dalam semua kegiatan hidup.

Kemudian, diketahui tidak hanya tubuh hewan dan tumbuh-tumbuhan yang lebih tinggi yang terdiri dari banyak sel, tetapi juga bahwa tiap-tiap makhluk hidup berasal dari perkembangan satu sel tunggal.

 

Ukuran dan Bentuk Sel

Sel mempunyai ukuran dan bentuk yang bervariasi. Umumnya ukuran sel adalah mikroskopis. Sebagai contoh pada ovum manusia mempunyai diameter 100m, erytrosit 10m, bakteri 1m, dan virus 0,1m dan sel-sel lain berkisar 0,4m sampai 10m.

Telur ayam atau telur burung adalah sebuah sel di mana yang disebut sel adalah vitellusnya. Jika diperhatikan ini adalah ukuran sel yang sangat besar, itulah sebabnya, ukuran rata-rata dari sel sangat sukar ditentukan.

Sesuai dengan fungsinya maka bentuk sel itu menunjukkan variasi yang bermacam-macam. Pada umumnya bentuk sel pada tumbuhan adalah segi empat memanjang atau segi enam, misalnya sel-sel epidermis, sel-sel parenkim. Di samping itu pada bagian kayu sel-selnya berbentuk serabut (sklerenkim) dan bulat (kolenkim).

Bentuk sel pada hewan dan manusia juga bermacam-macam, terutama sel-sel jaringan kulit tepi, kita kenal antara lain:

1. Selapis sel bulat pipih disebut sel squamosa simplek.

2. Sel bulat pipih berlapis disebut squamosa komplek.

3. Sel berbentuk kubus disebut kuboid.

4. Sel berbentuk segi empat disebut kolumner.

Gambar

Gambar

  1. Perbedaan Struktur Sel Tumbuhan dan Hewan

Perbedaan struktur sel tumbuhan dan hewan dapat dilihat dalam Tabel 1.1 berikut.

No Perbedaan Sel tumbuhan Sel hewan
Dinding sel Ada, dinding sel kuat

dan mengalami penebalan

terdiri dari

selulosa (serat kayu)

Tidak ada membran

plasma tipis dan lentur

serta tidak mengalami

penebalan

Membran

plasma

Ada Ada
Sitoplasma Ada Ada
Mitokondria Ada Ada
Lisosom Tidak ada Ada
Ribosom Ada Ada
Badan Golgi Ada Ada
Sentrosom Tidak ada (kecuali

pada tumbuhan tingkat

rendah)

Ada
Plastida Ada Tidak ada
Mikrotubulus Tidak ada Ada
Vakuola Ada (besar) Tidak ada, kecuali

pada Protozoa

Retikulum

Endoplasma

(RE)

Ada Ada
Nukleus Ada Ada
  1. C.    Membran Plasma dan Organel

Secara struktural maupun fungsional sel terdiri atas: membran plasma, sitoplasma, nukleus, dan organel-organel lain.

 

  1. 1.        Membran Plasma

Membran plasma merupakan suatu selaput yang membungkus suatu massa protoplasma. Sedangkan protoplasma yang mengelilingi nucleus disebut sitoplasma. Komponen penyusun dasar protoplasma adalah air (H2O) yang jumlahnya berkisar antara 70 – 90 % dari berat individu, terdapatnya dalam bentuk bebas atau terikat. (Bambang H, 1988 : 26)

unsur-unsur C, H, O dan N merupakan bagian yang terbesar di dalam protoplasma. Ketiga unsur C, H dan O merupakan unsur pembentuk senyawa kimia yang bermacam-macam dengan ukuran molekul yang besar. Di dalam protoplasma unsur-unsur ada yang berupa unsur anorganik.

Dalam protoplasma unsur anorganik dalam bentuk sebagai berikut:

1. Dalam bentuk garam, misalnya: natrium klorida (NaCl), kalium nitrat

(KNO3), kalsium sulfat (CaSO4).

2. Dalam bentuk asam, misalnya: asam klorida (HCl), asam nitrat

(HNO3), asam karbonat (H2CO3).

3. Dalam bentuk basa, misalnya: natrium hidroksida (NaOH), kalium

hidroksida (KOH).

Senyawa organik di dalam protoplasma tersusun oleh unsur C, H, dan O. Senyawa organik terdiri dari: karbohidrat, lemak dan protein yang merupakan sumber energi di dalam protoplasma.

  1. Organela-Organela Sel

a. Retikulum Endoplasma (RE)

1) Merupakan organel yang terletak di dalam sitoplasma.

2) Fungsinya selain sebagai tempat perlekatan ribosom, juga berfungsi

memperkaya senyawa protein hasil sintesis ribosom yang melekat di

permukaan membrannya serta transpor zat dalam sel.

b. Ribosom

1) Selain menempel pada RE, ribosom juga terletak di dalam sitoplasma.

2) Ribosom adalah massa berbutir-butir yang berhubungan dengan RE.

3) Ribosom mengandung ARN.

4) Fungsi ribosom sebagai tempat sintesis protein.

c. Mitokondria

1) Mitokondria adalah struktur-struktur kecil yang tersusun dari protein dan lipida yang membentuk suatu gel yang stabil dan keras.

2) Mitokondria berbentuk lonjong dengan dua lapis membran, di mana membran dalam membentuk lipatan.

3) Fungsinya sebagai penghasil energi karena terlibat dalam proses respirasi sel.

d. Badan Golgi

1) Badan golgi terdiri dari suatu jaringan tak teratur dari benda-benda seperti batang, bulat, atau berbutir-butir pada sel-sel hewan, yang sering terpusat di sekitar nukleus.

2) Badan golgi banyak terdapat pada sel-sel kelenjar dan saraf, tetapi hanya sedikit pada sel-sel otot.

3) Fungsi badan golgi untuk ekskresi sel, pembentukan dinding sel, dan pembentukan lisosom.

e. Nukleus

1) Merupakan suatu struktur relatif besar yang berbentuk bulat, bulat telur, atau tak teratur dan dikelilingi oleh sitoplasma sel.

2) Memiliki bagian-bagian penting, yaitu:

a) Membran inti (karioteka), sebagai pembungkus sekaligus pelindung inti.

b) Nukleoplasma, merupakan cairan inti berbentuk sel, kaya substansi kimia seperti ion-ion, protein, enzim, nukleotida, dan benang-benang kromatin.

c) Yang bertindak sebagai organisator inti dan banyak mengandung salinan gen-gen yang memberikan kode RNA ribosom.

f. Lisosom

Lisosom adalah benda seperti vakuola yang mensekresikan enzim enzim untuk mencernakan bahan makanan demikian juga pada kematian sebuah sel, lisosom melepaskan zat-zat yang menghancurkan “Bangkai” sel ini.

1) Lisosom berbentuk bulat dan berisi enzim hidrolitik atau lisozim.

2) Fungsi sebagai organ pencerna intraseluler.

g. Sentrosom

1) Sentrosom adalah suatu daerah yang agak padat di dalam protoplasma, terletak di dekat inti sel.

2) Di bagian tengah sentrosom terdapat dua buah benda kecil seperti titik, berbentuk tongkat, atau benda-benda seperti huruf V yang disebut sentriol.

3) Fungsi memegang peranan penting dalam pembelahan sel.

h. Plastida

1) Plastida merupakan benda-benda dengan bermacam-macam bentuk yang ditemukan di dalam sel-sel tumbuh-tumbuhan tersusun dari lipida dan protein.

2) Plastida mensintesis lemak, protein dan pati.

3) Macam-macam plastida:

a) Kloroplas, plastida yang mengandung klorofil, pigmen karotenoid,

dan pigmen fotosintesis lainnya.

b) Kromoplas, plastida yang memberikan aneka ragam warna non

fotosintesis, misalnya pigmen merah, kuning, dan sebagainya.

c) Leukoplas, plastida tak berwarna atau berwarna putih.

Umumnya terdapat pada organ tumbuhan yang tidak kena sinar matahari, khususnya pada organ penyimpanan cadangan makanan, seperti pada akar, biji dan daun muda. Berdasarkan fungsinya leukoplas dapat dibedakan menjadi:

(1) Amiloplas, yaitu leukoplas yang berfungsi membentuk dan menyimpan amilum.

(2) Elaioplas, yaitu leukoplas yang berfungsi untuk membentuk dan menyimpan lemak.

i. Mikrotubulus

1) Mikrotubulus adalah pipa-pipa yang panjang dan halus yang telah ditemukan pada berbagai jenis sel, baik tumbuh-tumbuhan maupun hewan.

2) Mikrotubulus terdiri dari protein.

3) Fungsi, untuk mempertahankan bentuk sel hewan dan mengarahkan gerakan komponen-komponen sel, selain itu juga membantu dalam pembelahan sel mitosis.

j. Vakuola

1) Vakuola lebih sering ditemukan dalam sel tumbuh-tumbuhan daripada dalam sel hewan, masing-masing dipisahkan dari sitoplasma oleh sebuah selaput, yang agak mirip dengan membran plasma.

2) Vakuola berisi air yaitu getah sel yang mengandung makanan, sekresi sel, dan zat-zat buangan.

k. Dinding sel

1) Dinding sel merupakan struktur tebal yang terletak di bagian terluas dari sel. Hanya dijumpai pada sel tumbuhan.

2) Fungsi sebagai pelindung berbagai komponen di dalam sel sekaligus sebagai pemberi bentuk sel.

D. Mekanisme Transpor pada Membran

Gerakan zat melalui membran dibedakan menjadi dua macam, yaitu gerakan pasif yang tidak menggunakan energi dan gerakan aktif yang memerlukan energi, yang termasuk gerakan pasif adalah difusi dan osmosis, sedang yang termasuk gerakan aktif adalah transpor aktif, endositosis, dan eksositosis.

1. Difusi

Di dalam sel terjadi peristiwa perpindahan molekul zat dari tempat yang berkonsentrasi tinggi ke tempat yang berkonsentrasi lebih rendah untuk mencapai kesamaan konsentrasi. Peristiwa tersebut dinamakan difusi. Di tingkat sel, difusi bermacam bahan, termasuk air terjadi terus menerus dan di mana-mana. (Frank B. Salisbury & Cleon W. Ross, 1995 : 32).

2. Osmosis

Selain difusi di dalam sel juga terjadi osmosis, yaitu perpindahan melekul air melalui selaput semipermiabel dari larutan yang hipotonis (kepekatan rendah) ke larutan hipertonis (kepekatan tinggi).

3. Transpor Aktif

Perpindahan zat melalui membrane selektif permiabel dari tempat yang

konsentrasi zatnya rendah ke tempat yang konsentrasi zatnya tinggi menggunakan energi (ATP) dan enzim pengangkut (protein carier) dinamakan

transpor aktif. Transpor aktif melawan gradien konsentrasi suatu zat. Contohnya

pompa Na+, K+. Senyawa yang berupa karbohidrat agar dapat diserap harus dipecah atau disederhanakan dahulu menjadi monosakarida, seperti fruktosa, glukosa dan galaktosa. Senyawa-senyawa tersebut masih bersifat pasif sehingga sukar diserap oleh sel. Untuk itu harus diaktifkan lebih dahulu dengan menggunakan energi yang tersimpan di dalam sel berupa energi kimia yang disebut ATP (Adenosin Tri Phospat).

Untuk membebaskan energi ATP diperlukan enzim tertentu sehingga terbatas energinya berupa 1 mol phospat sehingga sisanya berupa ADP (Adenosin Diphospat). Peristiwa inilah yang disebut transpor aktif.

4. Endositosis dan Eksositosis

Endositosis dan eksositosis dapat terjadi pada organisme bersel satu seperti Amoeba dan Paramaecium dan sel-sel tertentu dari tubuh Vertebrata misalnya sel darah putih. Karena bersel satu itulah zat-zat padat atau tetes-tetes cairan dimasukkan dan dikeluarkan melalui membran sel. Proses memasukkan zat-zat padat atau tetes-tetes cairan melalui membran sel disebut dengan endositosis sedangkan proses mengeluarkan zat-zat padat atau tetes-tetes cairan melalui membran sel disebut eksositosis.

Pilihlah satu jawaban yang paling benar dengan memberi tanda

silang (X) pada huruf a, b, c, d, atau e!

1. Gagasan awal tentang sel muncul pada abad XVII ketika seorang ahli

memeriksa gabus di bawah kaca pembesar. Ahli tersebut adalah . . . .

a. Robert Hooke

b. Theodor Schwann

c. Matthias Jokob Schleiden

d. Antonie Van Leuwenhoek

e. Carolus Linnaeus

 

2. Yang merupakan perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan adalah . . . .

a. pada hewan terdapat plastida pada tumbuhan tidak ada

b. pada hewan tidak terdapat badan golgi, pada tumbuhan ada badan golgi

c. pada hewan terdapat badan golgi, pada tumbuhan ada badan golgi

d. pada tumbuhan tidak terdapat mikrotubulus pada hewan ada

e. pada hewan ada vakuola yang besar, pada tumbuhan ada vakuola tetapi kecil

3. Organel yang berperan dalam respirasi sel adalah . . . .

a. nukleus

b. retikulum endoplasma

c. ribosom

d. lisosom

e. mitokondria

4. Komponen sel yang tidak ditemukan pada sel hewan adalah . . . .

a. ribosom

b. badan golgi

c. plastida

d. mitokondria

e. sentrosom

5. Transpor zat melalui membran plasma dapat berlangsung dengan transpor aktif, transpor aktif adalah . . . .

a. transpor yang memerlukan energi untuk keluar masuknya molekul zat melalui membran

b. transpor dari larutan yang konsentrasinya rendah ke larutan yang konsentrasinya tinggi

c. transpor dari larutan yang konsentrasinya tinggi ke larutan yang konsentrasinya rendah

d. transpor yang mengendalikan pertukaran zat tanpa memerlukan energi

e. transpor yang dipengaruhi oleh ion natrium tanpa memerlukan energi

 

6. Beberapa jenis sel dapat memasukkan zat-zat padat atau tetes-tetes cairan melalui membran sel peristiwa semacam ini dinamakan . . . .

a. eksositosis

b. endositosis

c. difusi

d. osmosis

e. plasmolisis

7. Suatu selaput yang membungkus suatu massa protoplasma dinamakan . . . .

a. sitoplasma

b. nukleoplasma

c. mitokondria

d. retikulum endoplasma

e. membran plasma

8. Di dalam nukleus, gen terdapat di dalam . . . .

a. nukleolus

b. nukleoplasma

c. karioteka

d. kromatin

e. sitoplasma

9. Fungsi ribosom adalah . . . .

a. ekskresi sel

b. proses respirasi sel

c. tempat sintesis protein

d. organ pencerna intraselular

e. menyintesis lemak dan pati

10. Leukoplas yang berfungsi untuk membentuk dan menyimpan lemak adalah . . . .

a. amiloplas

b. elaioplas

c. kloroplas

d. kromoplas

e. plastida

 

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan benar dan

jelas!

1. Jelaskan perbedaan struktur sel tumbuhan dan hewan!

2. Sebut dan jelaskan bagian-bagian penting dari nukleus!

3. Sebut dan jelaskan serta fungsi dari organel-organel di dalam sel!

4. Jelaskan mengenai bentuk dan ukuran dari sel!

5. Apakah yang dimaksud dengan:

a. transpor aktif           d. endositosis

b. osmosis                    e. eksositosis

c. difusi

  Standar Kompetensi   : 1. Memahami struktur dan fungsi

Iklan

ILMU PENGETAHUAN DAN IMAN

Standar

 

 

 

 

ILMU PENGETAHUAN DAN IMAN

 

  1. PENDAHULUAN

Al-Qur’an merupakan kitab suci yang berfungsi sebagai pedoman hidup. Karena itu Al-Qur’an senantiasa dibaca dan dipelajari secara intensif oleh umat islam. Sebagian besar aspek kehidupan manusia senantiasa durujuk dalam Al-Qur’an.

Tak terkecuali perkembangan sains dan teknologi yang pengaruhnya sangat luas terhadap kehidupan umat manusia. Mayoritas ilmu pengetahuan yang telah ditemukan oleh para ilmuan terkenal telah terkutip dalam ayat Al-Qur’an sebagai firman Allah. Sehingga antara ilmu pengetahuan dan Al-Qur’an memiliki korelasi yang sangat sulit untuk dipisahkan.

Bisa dikatakan “ilmu tanpa agama akan buta, sedangkan agama tanpa ilmu akan lumpuh” (science without religion is blind and religion without science is limp). Sikap semacam ini seakan menempatkan posisi agama dan sains sama pentingnya bagi kehidupan manusia. Tidak boleh satu dan lainnya saling menghilangkan. Didalam Al-Qur’an telah banyak disebutkan ayat ayat yang isinya tentang ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi kehidupan manusia, seperti pada Q.S Al-Mu’min ayat 80

öNä3s9ur$yg‹ÏùßìÏÿ»oYtB(#qäóè=ö7tFÏ9ur$pköŽn=tæZpy_%tn’ÎûöNà2͑r߉߹$ygøŠn=tæur’n?tãurÅ7ù=àÿø9$#šcqè=yJøtéBÇÑÉÈ

Artinya: Dan (ada lagi) manfaat-manfaat yang lain pada binatang ternak itu untuk kamu[1327] dan supaya kamu mencapai suatu keperluan yang tersimpan dalam hati dengan mengendarainya. dan kamu dapat diangkut dengan mengendarai binatang-binatang itu dan dengan mengendarai bahtera.

[1327] Yang dimaksud dengan manfaat yang lain dari binatang ternak itu ialah air susunya, kulitnya, bulunya dan sebagainya.

 

 

 

 

Q.S Al-Hadid ayat 25

ô‰s)s9$uZù=y™ö‘r&$oYn=ߙâ‘ÏM»uZÉit7ø9$$Î/$uZø9t“Rr&urÞOßgyètB|=»tGÅ3ø9$#šc#u”ÏJø9$#urtPqà)u‹Ï9â¨$¨Y9$#ÅÝó¡É)ø9$$Î/($uZø9t“Rr&ury‰ƒÏ‰ptø:$#ÏmŠÏùÓ¨ù’t/ӉƒÏ‰x©ßìÏÿ»oYtBurĨ$¨Z=Ï9zNn=÷èu‹Ï9urª!$#`tB¼çnçŽÝÇZtƒ¼ã&s#ߙâ‘urÍ=ø‹tóø9$$Î/4¨bÎ)©!$#;“Èqs%֓ƒÌ“tãÇËÎÈ

Sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan rasul-rasul-Nya Padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha kuat lagi Maha Perkasa.

Dengan membaca ayat diatas haruslah umat manusia semakin yakin bahwa Al-Qur’an merupakan petunjuk bagi umat manusia. Sehingga dengan memiliki ilmu pengetahuan ataupun dalam mempelajarinya iman kita haruslah semakin bertambah terhadap kebesaran Allah SWT dalam menciptakan segala apa yang ada dibumi ini.

 

  1. RUMUSAN MASALAH
  2. Apakah definisi ilmu dan iman?
  3. Bagaimanakah keterpaduan ilmu pengetahuan dan iman?
  4. Bagaimanakah contoh ayat-ayat Al-Qur’an yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan dan iman?

 

  1. PEMBAHASAN
  2. Definisi Ilmu Dan Iman

Pengertian ilmu

Kata ilmu berasal dari bahasa arab ‘ilm yang berarti pengetahuan, merupakan lawan kata jahl yang berarti ketidaktahuan atau kebodohan. Ada dua jenis pengetahuan, yaitu pengetahuan biasa dan pengetahuan ilmiah.

Pengetahuan biasa diperoleh dari keseluruhan bentuk upaya kemanusiaan, seperti perasaan, pikiran, pengalaman, dan pancaindera untuk mengetahui sesuatu tanpa memerhatikan obyek cara dan kegunaannya. Dalam bahasa inggris jenis pengetahuan ini disebut knowledge. Sedangkan pengetahuan ilmiah merupakan keseluruhan bentuk upaya manusia untuk mengetahui sesuatu, tetapi dengan memerhatikan obyek yang ditelaah, cara yang digunakan dan kegunaan pengetahuan tersebut. Jenis pengetahuan seperti ini dalam bahasa inggris disebut science (sains).[1]

Pengertian Iman

Kata iman menurut bahasa , artinya membenarkan dengan hati adanya petunjuk Allah yang diberikan kepada Nabi Muhammad saw untuk seluruh manusia, sedang menurut istilah , iman adalah at-tasdiq bi al-jinan wa al-qaulu bi al-lisan wa al-‘amalu bi al-arkan (membenarkan dengan hati dan mengucapkan dengan lisan serta mengerjakan dengan anggota badan).[2]

Dalam pengertian lain ada juga yang mengartikan iman sebagai berikut:

“Membenarkan dengan hati” maksutnya menerima segala sesuatu yang di bawa oleh Rosulullah

“Mengikrarkan dengan lisan” maksutnya mengucapkan syahadat (tidak ada sesembahan yang haq kecuali saw. Allah dan nabi Muhammad adalah utusan Allah).

“Mengamalkan dengan anggota badan” maksutnya adalahhati mengamalkan dalam bentuk keyakinan, sedang anggota badan mengamalkan dalam bentuk ibadah-ibadah sesuai dengan fungsinya.[3]

  1. Keterpaduan Ilmu Pengetahuan Dan Iman

Al-Qur’an merupakan kitab suci yang diturunkan  bagi seluruh umat manusia yang mau menggunakan akal pikirannya dalam memahami penciptaan alam semesta ini.

Islam, sebagai agama penyempurna bagi kemanusiaan, sangat mendorong dan mementingkan umatnya untuk mempelajari, mengamati, memahami dan merenungkan segala kejadian di alam semesta. Dengan kata lain Islam sangat mementingkan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Sejarah tentang alam semesta merupakan bagian yang penting dari ilmu pengetahuan dalam islam. Semua benda merupakan ciptaan Allah dan manusia dapat menemukan banyak tanda-tanda kebesaran-Nya melalui studi mereka. Studi dalam semua ilmu pengetahuan pada hakikatnya dapat menghidupkan kesadaran agama dalam hati dan membuat hati dapat merasakan akan kebesaran dan keagungan Allah, lalu mereka lebih bertakwa dan mencintai-Nya.

Dialah Allah yang menciptakan segala benda dalam bentuk dan rupa yang bermacam-macam serta memberikan kepadanya sifat-sifat dan corak yang berbeda-beda.[4]

Apa yang ada di langit dan di bumi, berupa bintang-bintang yang bersinar, matahari dan rembulan , awan dan hujan, angin dan air, serta malam dan siang. Perhatikanlah pula hujan yang Allah turunkan dari langit, yang dengan hujan itu Allah menghidupkan tanah setelah mati, dan mengeluarkan dari tanah itu beraneka ragam buah-buahan, tanaman, bunga-bunga dan bermacam-macam tetumbuhan. Perhatikanlah pula makhluk-makhluk Allah di bumi , yaitu berbagai macam binatang yang berlainan bentuk dan warna serta kegunaannya.Juga gunung-gunung di bumi dan tanah-tanah datar, yang sunyi senyap atau ramai. Lalu, perhatikanlah pula apa yang Allah ciptakan di laut, berupa makhluk-makhluk yang menakjubkan, sedang laut itu sendiri ditundukkan dan dihinakan bagi siapa pun yang menempuhnya. Ia mengangkut kapal-kapal mereka dan dijalankannya kapal-kapal itu dengan lemah-lembut, dengan ditundukkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa dan Maha Berilmu, yang tiada Tuhan selain Dia, dan tiada pemelihara selain Allah. [5]

Betapa maha besarnya kuasa Allah SWT dalam mencipta segala sesuatu. Apa yang disebutkan diatas telah banyak penelitian yang dilakukan. Dan terbukti bahwa kebenaran Al-Qur’an itu benar adanya dengan pembuktian secara ilmiah. Lalu patutlah kiranya kita menjadi semakin meyakini dan semakin bertakwa terhadap Allah SWT.

  1. Contoh Ayat-Ayat Al-Qur’an Yang Berhubungan Dengan Ilmu Pengetahuan Dan Iman

Di antara fakta yang di rekam al-Qur’an yang mendahului ilmu pengetahuan modern adalah air. Zat ini merupakan asal kehidupan dan semua makhluk hidup di ciptakan darinya.[6] Allah swt berfirman dalam surat al-Anbiyaa’ ayat 30:

 

óOs9urr&ttƒtûïÏ%©!$#(#ÿrãxÿx.¨br&ÏNºuq»yJ¡¡9$#uÚö‘F{$#ur$tFtR%Ÿ2$Z)ø?u‘$yJßg»oYø)tFxÿsù($oYù=yèy_urz`ÏBÏä!$yJø9$#¨@ä.>äóÓx«@cÓyr(Ÿxsùr&tbqãZÏB÷sãƒÇÌÉÈ

Artinya: Dan Apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka Mengapakah mereka tiada juga beriman?

Menurut  para ilmuan sains dan teknologi ada tiga pendapat yang terkait dengan kehidupan yang dimulai dari air, yaitu:

Pertama, kehidupan dimulai dari air dalam hal ini laut. Teori ini percaya bahwa kehidupan muncul dari rantai reaksi kimia yang panjang dan kompleks. Rantai kimia ini di mulai dari dalam air laut, karena kondisi atmosfer saat itu belum berkembang menjadi kawasan yang dapat di huni makhluk hidup karena radiasi ultraviolet yang terlalu kuat. Di perkirakan kehidupan bergerak menuju daratan pada 425 juta tahun yang lalu saat lapisan ozon mulai ada untuk melindungi permukaan bumi dari radiasi ultraviolet.

Kedua, peran air dal kehidupan dapat di ekspresikan dalam bentuk bahwa semua benda hidup terutama kelompok hewan berasal dari cairan sperma. Di indikasikan bahwa keanekaragama binatang datangnya dari air tertentu atau sperma yang khusus dan menghasilkan yang sesuai dengan ciri masing-masing binatang yang di contohkan.

Ketiga, air merupakan bagian yang penting agar makhluk hidup dapat hidup. Pada kenyataannya memang sebagian besar bagian tubuh makhluk hidup terdiri dari air. Tubuh manusia 70% bagian berat tubuhnya hterdiri dari air. Manusia tidak dapat bertahan lama apabila 20% saja persediaan air dalam tubuhnya hilang. Dari uraian di atas sangat jelas peran air dalam kehidupan. Dari keterangan ini dapat di pahami bahwa al-Qur’an benar-benar merupakan mukjizat yang sangat besar. Kemukjizatannya tidak hanya terletak pada gaya bahasa yang indah, melainkan juga pada isi yang terkandung dalam ayat-ayatnya yang mengungkapkan bermacam-macam ilmu pengetahuan.

Contoh lain ilmu pengetahuan yang terdapat dalam al-Qur’an yaitu dalam Q.S Al-Anbiyaa’ ayat 33:

uqèdur“Ï%©!$#t,n=y{Ÿ@ø‹©9$#u‘$pk¨]9$#ur}§ôJ¤±9$#urtyJs)ø9$#ur(@@ä.’Îû;7n=sùtbqßst7ó¡o„ÇÌÌÈ

Artinya: Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.

Dalam ayat ini Allah mengarahkan perhatian manusia kepada kekuasaan Nya dalam menciptakan waktu malam dan siang, serta matahari yang bersinar diwaktu siang, dan bulan bercahaya di malam hari. Masing-masing beredar pada garis edarnya dalam ruang cakrawala yang amat luas. Adanya waktu siang dan malam disebabkan karena perputaran bumi pada sumbunya, disamping peredarannya mengelilingi matahari. Bagian bumi yang mendapatkan sinar matahari mengalami waktu siang, sedangkan bagian yang tidak mendapatkan sinar matahari tersebut mengalami waktu malam.[7]

 

 

 

 

Dalam Q.S Az-zumar ayat 5

t,n=y{ÏNºuq»yJ¡¡9$#uÚö‘F{$#urÈd,ysø9$$Î/(â‘Èhqs3ミ@øŠ©9$#’n?tã͑$pk¨]9$#â‘Èhqs3ãƒuru‘$yg¨Y9$#†n?tãÈ@øŠ©9$#(t¤‚y™ur}§ôJ¤±9$#tyJs)ø9$#ur(@@à2“̍øgs†9@y_L{‘‡K|¡•B3Ÿwr&uqèdⓃ͓yèø9$#㍻¤ÿtóø9$#ÇÎÈ

Artinya: Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. ingatlah Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.

Dalam surat Az-zumar tersebut di jelaskan bahwa bumi berotasi (berputar) pada porosnya. Selain itu juga di jelaskan tentang pergantian siang dan malam. Dengan adanya pergantian siang dan malam tersebut maka sisi muka bumi yang menghadap ke matahari harus bergantian. Menurut penalaran hal ini bisa terjadi karena bumi berputar pada porosnya, sehingga muka bumi yang tadinya berada dalam keadaan “siang” berubah menjadi sisi muka bumi dalam keadaan malam. Bisa kita bayangkan apabila bumi tidak berputar pada porosnya maka sisi muka bumi yang dalam keadaan siang akan tetap siang terus karena sisi muka bumi tersebut terus menerus menghadap ke arah matahari. Begitu pula sebaliknya, sisi muka bumi yang dalam keadaan malam akan tetap malam terus, karena selamanya membelakangi matahari.[8] Maha besar Allah yang telah menciptakan segala sesuatu.

Keterangan yang terdapat dalam ayat-ayat diatas adalah bukti-bukti alamiah yang terdapat dalam kitab Al-Qur’an.

 

  1. KESIMPULAN

Ilmu berasal dari bahasa arab ‘ilm yang berarti pengetahuan. Pengetahuan ada dua jenis yaitu pengetahuan biasa atau knowledge dan pengetahuan ilmiah atau sience (sains).

Iman adalah at-tasdiq bi al-jinan wa al-qaulu bi al-lisan wa al-‘amalu bi al-arkan (membenarkan dengan hati dan mengucapkan dengan lisan serta mengerjakan dengan anggota badan).

Ilmu pengetahuan dan iman memiliki keterkaitan satu sama lain. Semua ilmu pengetahuan pada hakikatnya dapat menghidupkan kesadaran agama dalam hati dan membuat hati dapat merasakan akan kebesaran dan keagungan Allah, lalu mereka lebih bertakwa dan mencintai-Nya. Allah menciptakan alam untuk kemaslahatan umat, sedangkan manusia di beri amanat untuk mengembangkan diri dan kemampuannya dalam ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mengusahan alam demi kesejahteraan seluruh umat manusia.

Ilmu pengetahuan telah menghasilkan banyak penemuan baru, seperti hasil penelitian bahwa air merupakan asal dari kehidupan yang sudah dijelaskan dalam Q.S. al-Anbiyaa’ ayat 30 selain itu ayat ayat Al-Qur’an tentang ilmu pengetahuan juga tertuang dalam Q.S Al-Anbiyaa’ ayat 33, dan Q.S Az-zumar ayat 5.

 

  1. PENUTUP

Demikianlah makalah yang kami susun. Kami menyadari dalam penyyusunan makalah ini masih banyak kekurangan dan jauh dari kata “sempurna”. Untuk itu kritik dan saran sangat kami harapkan demi perbaikan penyusunan makalah yang baik. Semoga makalah ini bermanfaat. Amin.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Abuddin Nata. Tafsir Ayat-Ayat Pendidikan (Tafsir Al-Ayat Al-Tarbawiy). Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.

Afzalur Rahman. Al-Qu’an Sumber Ilmu Pengetahuan. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Ahmad Musthafa Al-Maraghi. Terjemah Tafsir Al-Maraghi. Semarang: PT Karya Toha Putra.

Ahsin W. Al-Hafidz. Kamus Ilmu Al-Qur’an. Jakarta: Amzah.

Tim Ahli Tauhid.  Kitab Tauhid 2.  Jakarta: Darul Haq.

Wisnu Arya Wardhana.2009. Melacak Teori Einstein Dalam Al-Qur’an.  Yogyakarta:Pustaka Pelajar.

Yusuf Kardhawi. 1998. Al-Qur’an Berbicara Tentang Akal Dan Ilmu Pengetahuan. Jakarta: Gema Insani Press.

 

 

[1] Abuddin Nata, Tafsir Ayat-Ayat Pendidikan (Tafsir Al-Ayat Al-Tarbawiy), (Jakarta: PT RAJAGRAFINDO PERSADA), Hlm 155-156

[2] Ahsin W. Al-Hafidz, Kamus Ilmu Al-Qur’an, (Jakarta: AMZAH), Hlm 115-116

[3] Tim ahli tauhid, Kitab Tauhid 2, (Jakarta: Darul Haq), hlm 2

[4] Afzalur Rahman, Al-Qu’an Sumber Ilmu Pengetahuan, (Jakarta: PT Rineka Cipta), Hlm 145-146

[5] Ahmad Musthafa Al-Maraghi, Terjemah Tafsir Al-Maraghi, (Semarang: PT Karya Toha Putra), Hlm 308

[6] Yusuf Kardhawi, Al-Qur’an Berbicara Tentang Akal Dan Ilmu Pengetahuan (Jakarta: Gema Insani Press), Hlm. 320

[7]

[8] Wisnu Arya Wardhana, Melacak Teori Einstein Dalam Al-Qur’an, (Yogyakarta:Pustaka Pelajar), Hlm 27-28

Standar

BAB I

AIR

Makalah

Disusun guna memenuhi tugas

Mata Kuliah : Ilmu Gizi dan Sex Education

Dosen pengampu :Dr. Lianah, M.Pd

Disusun Oleh kelompok I :

Ainun Jariyah                      103811001

Alfin Miftachul Janah          103811002

Astutik Ulfah                         103811003

Ayu Ulul Khazmi                  103811004

 

FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO

SEMARANG

2013

Read the rest of this entry

my happy story in MAN Kendal city

Standar

img_015809:00 WIB tertanggal 2 oktober 2014

Tepatnya  di Aula PSBB MAN Kendal, kami TIM PPL IAIN Walisongo semarang resmi dilepas dari tugas mulia praktik pengalaman lapangan di MAN Kendal.

Guru adalah profesi termulia bagiku. Menjadi seorang guru profesional tidaklah semudah mengepalkan tangan. Mengambil hati para siswa agar mereka mencintai pelajaran dan senang menimba ilmu bukanlah hal yang mudah. Pesimis memang diawal praktik menghadapi variasi anak yang super luar biasa. Ingin mengeluh, tapi hatiku terlalu mencintai profesi ini, aku pun luluh bersabar menghadapi bumbu-bumbu manis keusilan siswa.

Tapi tidak di akhir perjalanan mulia ini. Ku temui titik-titik kesejukan embun kasih sayang mereka yang yang tidak menginginkan perpisahan ini terjadi. Di memori cerebrumku tak pernah signal sensorikku menerjemahkan kehangatan cinta siswa yang luar biasa ini.

Ada siang, ada juga waktunya malam datang. Matahari terbit, ada kalanya waktu ia untuk tenggelam. Sebuah pertemuan terkadang memang menuntut untuk ada sebuah perpisahan. Berpisah memang menyebalkan, bagaikan aku bertemu dengan Citrus sp. (jeruk) Aku sangat membenci itu.

Teruntuk kawan-kawan seperjuanganku terimakasih atas kenangan yang telah kalian goreskan dihari-hariku selama PPL ini, tak hanya berwarna hitam atau abu-abu tapi kalian membuat rainbow-rainbow luar biasa dalam sejarah pengalaman hidupku. Sering aku membuat kalian jengkel, karena loading neuron-neronku yang terkadang sedikit terkendala karena virus-virus ciptaanku. Hehehe…. Ya itulah aku dengan kelemahanku, mungkin karena nama-nama ilmiah di Biologi yang aku tuntut ia bisa dihafal di otakku itu yang membuat aku selalu serius segingga membuat kalian gemes karena tag bisa melucu dihadapanku. Tapi tak apalah itu juga yang membuat tawa kita tercipta saat kita bersama.

Pak yoga agung fahrian maafkan segala kekurangan adek kelasmu ini, sebagai senior sudah sewajarnya anda membimbing saya :p , mungkin banyak fikiran, ide atau tingkah saya yang tidak sesuai dengan hati anda saat kita menjadi partner saya mohon maaf. Saya juga mengakui banyak kekurangan selama menjadi anggota kepemimpinan anda selama PPL di MAN Kendal ini. Untuk bebebh ana rizki saputri terimakasih atas keakraban yang mendadak ini, kita punya cerita dengan alur, setting, dan tokoh yang sama, ini yang membuat saya berfikir “dunia sempit” ternyata. Untuk yem yem tersayang mb puji setiyani terimakasih atas ilmu kedewasaannya, saya banyak menimba ilmu dari njenengan, segerrrr lahh pokoknya ingin tertawa kalau inget yang seger ituuu pokoknya hahaha 😀 ,. Yem yuli wulandari, terimakasih semoga persahabatan ini tetap berlanjut kapan-kapan kita menikmati sayur jantung pisang lagi dirumah saya ya… maulidah sahabat kecilku, dari TK, MI, SMP, SMA, dak Kuliah yang selalu bersama terimakaasih atas sarapannya, sayur jamurnya mauu dong tapi jangan asin-asin ya… pak lukman andi yahya maaf jika saya sering lola diajak anda bicara, pak fikri yanahu mau lagi dong dicertain kisah nabinya, bikin ngantuk pak ceritane sampean, pak imam makasih keusilannya yang selalu nimbrung saat aku nyanyi dan sholawatan, pak tomy makasih anda jarang kumpul dengan saya, tapii semangatlah dengan jadwal mengajarnya yang padat merayap seperti pasukan semut jalan. Mamas wahyu dan mb desy semakin cieee sajalah bingung mau komentar apa, hehe.

Kawan-kawan seperjuanganku PPL dari UNNES, pak wawan, pak ido, pak nadi, pak rouf, pak andi, pak pandu, pak anzis, pak octa, bu ana, bu rokhati, bu iza, bu nuris, bu sarah, bu triana, bu latifah, bu daning, bu henik, bu eka, bu fauziyah,  bu fredina, bu emi, bu afrani, bu tiwie,  dan PPL dari  UNWAHAS tetap semangat, kami dari IAIN WS pamit dulu. Mohon maaf jika ada salah kata atau sikap selama kita bersua. Dilain kesempatan semoga dapat menikmati kebersamaan indah ini lagi, amiin.

Tanpa mengurangi rasa hormat untuk guru pamongku bu Nurus Samah S,Pd. Terimakasih atas bimbingannya selama ini. Bangga bertemu dengan guru seperti njenengan.

Untuk murid-muridku tersayang kelas X.IPS2, X.IPS.3, dan X.IPS.4 terimakasih kalian telah menjadi murid terhebat saya selama PPL di MAN Kendal.  Mohon maaf untuk kelas X.IPS2 saya tidak pernah mengajar kalian karena kalian tugasnya pak yoga yang mengajar, padahal di pesan kesan ternyata kalian ingin diajar saya, kenapa tidak matur dari awal? 😀 Untuk X.IPS.3 jangan menangis lagi kalau bertemu saya ya, nanti saya ikutan nangis lagi :p , terimakasih atas kejutan di pintu gerbangnya pamsky dan mamsky cs. Terimakasih juga untuk X.IPS.4 kalian luar biasa, bangga dengan kalian yang tak pernah membuat saya galau mengajar. Semangat terus belajarnya, cintai Biologi seperti kalian mencintai saya, oke 😀 sukses untuk study kalian. Semoga hubungan kita tidak hanya berakhir disini, lain kesempatan semoga ALLAH bisa mempertemukan kita dalam moment lain yang lebih indah.

Ahh, sudahlah. Cukup sampai disini jemariku menekan tombol huruf mesin kotak ini. Tak ingin aku berlama-lama menguntai kodon sintesis kata kenangan terakhir kisah kita. Gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan nama, PPL berakhir semoga bisa meninggalkan kenangan, hikmah, dan iktibar yang melekat dan selalu terpatri dalam hepatocyt qolbu kita semua.

Mukti Rohmawati

Lead Of Nature An-Naml

Standar

Hasil gambar untuk the power of ant

 

ALAM Terkembang Jadi Guru. Pesannya mudah terbaca. Alam semesta kita ini dengan segala isinya saling memberi tanda kehidupan satu sama lain. Adakalanya tingkah laku manusia ditiru oleh hewan, adakalanya tingkah laku hewan pula ditiru manusia. Ada tingkah laku yang baik ada tingkah laku yang buruk (syair pujangga AA Navis).

Salah satu yang menjadikan alam sebagai sumber inspirasi bagi aspek kehidupan adalah kepemimpinan alamiah (lead of nature) yaitu gaya kepemimpinan yang terinspirasi dari alam, dengan cara mengamati keadaan alam semesta yang merupakan ciptaan ALLAH serta berlangsung secara natural. Semut telah mengajarkan manusia sebuah kepemimpinan alamiah (lead of nature), gaya kepemimpinan yang luar biasa mengenalkan manusia untuk memiliki solidaritas dan ukhuwah yang tinggi antar sesama.

Semut adalah salah satu hewan kecil yang ALLAH ciptakan, dan merupakan salah satu jenis serangga yang namanya dijadikan nama salah satu surah di Al Qur’an, yaitu surah An-Naml, hal ini menunjukkan ada keistimewaan dari penciptaan seekor semut yang sering kali kita abaikan.

“Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari. Maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”. (QS. An Naml: 17-18)

.

Binatang dengan otak paling besar proporsinya jika dibandingkan dengan keseluruhan tubuhnya adalah semut. Mereka dikenal sebagai salah satu spesies paling cerdas di antara serangga-serangga lainnya. Mereka memiliki sekitar 250.000 sel otak di kepalanya.

Semut adalah serangga kecil yang hidup di seluruh daratan, terdapat 3.500 species, hidup secara berkelompok dengan jumlah sekitar 100.000 ekor. Semut memiliki organisasi sosial yang rapi berkasta-kasta dalam kelompoknya. Umur semut rata-rata 4-7 tahun, kecuali ratu semut bisa mencapai umur 15 tahun.

Semut adalah hewan yang hidup berkoloni, karena hidup secara berkelompok, semut memiliki kehidupan sosial yang tinggi Semut adalah hewan yang hidupnya sangat teratur. Masing-masing tahu tugas dan kewajibannya. Tidak ada rasa iri walapun tugasnya berbeda-beda.

Sang ratu semut berukuran lebih besar daripada pekerjanya. Mereka memiliki thorax dan abdomen yang lebih besar daripada pekerjanya. Setelah menemukan koloni baru, tugas sang ratu adalah untuk menghasilkan banyak semut pekerja, semut jantan dan ratu lainnya. Mereka bisa hidup selama 20 tahun dan bisa memproduksi ribuan telur dalam hidupnya. Semut jantan memiliki tubuh yang paling kecil dalam kasta semut. Tugas mereka hanya satu, yaitu membuahi sang ratu saat ritual perkawinan. Dan akan mati setelah beberapa hari. Semut pekerja memiliki tugas mencari makan, merawat bayi, membangun sarang dan menjaga koloni serta ratu. Semut tentara yang bercirikan memiliki kepala yang besar bertugas untuk menjaga sarang mereka dari serangan musuh.

Subhanallaah, mungkin kata itu yang terucap dari bibir kita setelah mengetahui fakta-fakta mengagumkan tersebut. Dari waktu ke waktu kita harus sering merenungi dan memikirkan ayat-ayat qauniyah yang disebar Allah di muka bumi dan penjuru langit, yang salah satunya adalah semut tersebut agar kita semakin yakin bahwa Allah-lah Yang Maha Kuasa untuk menciptakan dan memelihara mereka.

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih ber-gantinya malam dan siang, terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Mahasuci Engkau. Maka, peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Ali ‘Imran: 190-191)

 

Dari bagian tubuhnya, semut merupakan jenis hewan yang memiliki antena sehingga mampu membaui sesuatu dari jarak yang cukup jauh. Dengan begitu, ia dapat mengetahui di mana tempat makananya berada. Kemudian ia akan menginformasikan temuannya tersebut kepada teman-temannya. Dan lagi-lagi ia tidak melupakan keunggulan utamanya yaitu dalam hal kerja sama, bahkan ketika menemukan makanan yang terlalu besar atau berat bagi dirnya sendiri, mereka juga siap untuk mengangkutnya secara gotong royong.

Seperti yang kita ketahui, semut memang memiliki ukuran fisik yang sangat kecil. Namun, mungkin kita belum sampai berpikir bahwa Allah memberikannya kelebihan lainnya berupa kekuatan yang luar biasa kepadanya, terbukti mulut semut yang kecil ternyata mampu mengangkat benda 50 kali lebih berat dari tubuhnya. Dan hal itu membuatnya menjadi hewan kedua terkuat setelah gajah.

Semua bagian dari koloni semut belum akan berhenti bekerja selama persediaan makanan di sarangnya belum penuh. Kalaupun sudah penuh, semut pekerja yang lainnya siap membuatkan ruangan baru untuk menyimpan makanannya. Di antara keistimewaan semut tersebut bahkan diabadikan dalam Kitab suci.

Kehidupan koloni semut dapat dicirikan dari perilakunya yang selalu menyempatkan diri untuk saling bersentuhan saat bertemu dengan sesamanya, mungkin dalam dunia manusia kegiatan seperti itu biasa kita sebut bersalaman Sesungguhnya mereka bukanlah bersalaman, melainkan saling menyentuh antena sebagai cara mereka berkomunikasi. Semut akan memberitahu semut lainnya apabila disuatu tempat terdapat makanan.

Semut, walaupun hidup berkoloni, namun secara individu mereka terkadang tidak memikirkan dirinya sendiri, mereka selalu mengutamakan kepentingan komunitas dan terkadang semut harus mengorban dirinya untuk hal demikian. Semut adalah serangga yang setia kawan. Semut yang berkorban dan mati, mayatnya diangkut oleh teman-temannya kembali ke sarang, demikian juga ketika ada semut yang terluka, maka segera semut lain menolong dan membawanya pergi menjauh.

Yang terakhir, pernahkah melihat kegigihan dan ketekunan seekor semut saat mereka mencoba untuk merambat mencapai atas pohon atau dinding-dinding di rumah kita? Mampukah kita bersikap seperti semut yang tidak kenal lelah dan putus asa walaupun telah berkali-kali mereka terjatuh, entah karena tertiup angina ataupun hal lainnya. Sungguh semut akan terus mencoba sebanyak apapun mereka gagal sampai mereka berhasil mencapai keinginannya. Sehingga hal ini bisa menjadi sebuah hikmah bagi kita bahwa kita hanyalah manusia dan tantangan bukanlah sesuatu hal yang membatasi kreatifitas dan keinginan kita. Sebanyak apapun kita mengalami kegagalan, jangan sekali-kali kita menyerah dan jangan bosan untuk mencobanya.

Adakah kita menginginkan menjadi pribadi yang rajin, pekerja keras, tidak mudah putus asa, dan suka menabung layaknya pengusaha sukses. Menginginkan kesuksesan dalam sebuah organisasi layaknya para pemimpin besar. Ingin hidup teratur dan memiliki kemampuan tentang tata ruang hebat layaknya arsitek. Serta sekaligus dapat menjadi pribadi yang mampu bermanfaat bagi orang lain. Maka janganlah kita sungkan untuk belajar dari makhluk kecil yang satu ini. Semut mampu memberikan sebuah role modelkehidupan yang baik bagi kita manusia. Jadilah manusia yang seperti semut.

(by:  Mukti Rohmawati)

Standar

ZAKAT, INFAQ DAN SHADAQAH

 

Disusun guna memenuhi tugas

Mata Kuliah: Fiqh

Yang diampu oleh:Ridwan, M. Ag

 1513748_457992367672700_3982336215781464060_n

 

Disusun oleh :

  MuktiRohmawati                              (113811034)

Nila Nadiyya Lathifah                      (113811035)

Nur Qo’idah                                      (113811036)

Yuni Alfiani Rahmawati                   (113811039)

     FAKULTAS TARBIYAH

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO

    SEMARANG

           2013

 

ZAKAT, INFAQ DAN SHADAQAH

 PENDAHULUAN

Zakat merupakan rukun Islam yang ketiga, tidak kalah pentingnya dengan shalat dan puasa.Oleh karena itu, dalam Al-Qur’an setiap kali ada perintah mengerjakan shalat disana disebutkan juga perintah mengeluarkan zakat.[1]

Hubungan kaya-miskin dalam syari’at Islam dilandaskan pada aksioma, yaitu di dalam harta orang kaya terdapat hak bagi yang berkekurangan. Hal ini sesuai dengan surat Al- Dzariyat: 19, yang berbunyi:

وَفِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ لِلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ

Artinya:

Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian.    

Orang yang kekurangan ini bukanlah makhluk yang lemah dan tidak mempunyai daya kodrati untuk berusaha, tetapi kemampuan mereka tidak memungkinkannya untuk andil besar dalam laju perekonomian. Kenyataan ini diperparah lagi dengan sistem perekonomian yang tidak seimbang. Oleh karena itu, dalam Islam dikenal adanya zakat.[2] Kegunaan zakat antara lain untuk menstabilkan ekonomi masyarakat dari kalangan bawah hingga kalangan atas sehingga akan menghilangkan jarak antara si kaya dan si miskin[3],selain itu dapat pula  membersihkan dan mensucikan hati umat manusia, sehingga terhindar dari sifat tercela, seperti kikir, rakus, dan gemar memupuk harta.[4]

RUMUSAN MASALAH

  1. Apa pengertian zakat, infaq dan shadaqah?
  2. Apa dasar hukum zakat, infaq dan shadaqah?
  3. Apa perbedaan zakat, infaq dan shadaqah?
  4. Apa saja benda yang wajib dikeluarkan zakat?
  5. Bagaimana perhitungan nisab dan kadar zakat?
  6. Siapa saja orang yang berhak menerima zaka

PEMBAHASAN

Pengertian Zakat, Infaq dan Shadaqah

  1. Pengertian zakat

Zakat secara etimologi dapat diartikan berkembang dan berkah, selain itu zakat juga dapat diartikan mensucikan, sebagaimana dalam firman Allah (Q.S Asy-Syams:9)

Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,

Zakat juga diartikan memuji, sebagaimana firman Allah (Q.S An-Najm: 32)

 (yaitu) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Luas ampunanNya. dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan)mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; Maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.

Zakat disebut demikian karena harta kekayaan yang dizakati akan semakin berkembang berkat dikeluarkan zakatnya dan doa orang yang menerimanya. Zakat juga membersihkan orang yang menunaikannya dari dosa dan memujinya, bahkan menjadi saksi atau bukti atas kesungguhan iman orang yang melakukanya.

Adapun menurut istilah syar’i , zakat berarti sesuatu yang dikeluarkan atas nama harta atau badan dengan mekanisme tertentu.[5]

  1. Pengertian Infaq

Kata infaq berarti mendermakan atau memberikan rezeki atau menafkahkan sesuatu kepada orang lain berdasarkan rasa ikhlas karena Allah semata.

  1. Pengertian Shadaqah

Shadaqah berasal dari kata shadaqa yang berarti benar dan dapat dipahami dengan memberikan atau mendermakan sesuatu kepada orang lain. Dalam istilah syariat islam shadaqah sama dengan pengertian infak, termasuk juga hukum dan ketentuan-ketentuannya. Sisi perbedaannya hanya terletak pada bendanya. Infak berkaitan dengan materi, sedangkan shadaqah berkaitan dengan materi dan nonmateri baik dalam bentuk pemberian benda atau uang, tenaga atau jasa, atau yang paling sederhana adalah tersenyum kepada orang lain dengan ikhlas.[6]

Dasar Hukum Zakat, Infaq dan Shadaqah

  1. Dasar Hukum Zakat

Kewajiban zakat ditetapkan berdasarkan dalil Al-Qur’an, sunnah. Dalil yang berasal dari Al-Qur’an antara lain firman Allah

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ إِنَّ صَلاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Artinya: Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan[658] dan mensucikan[659] mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui. (Q.S At-Taubah:103)

[658] Maksudnya: zakat itu membersihkan mereka dari kekikiran dan cinta yang berlebih-lebihan kepada harta benda

[659] Maksudnya: zakat itu menyuburkan sifat-sifat kebaikan dalam hati mereka dan memperkembangkan harta benda mereka.

Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’

Yang dimaksud Ialah: shalat berjama’ah dan dapat pula diartikan: tunduklah kepada perintah-perintah Allah bersama-sama orang-orang yang tunduk.

Sedangkan dalil dan sunnah antara lain sabda nabi,

بُنِيَ الاْءِ سْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ آَنْ لاَآِلَهَ أِلاَّاللهُ وَأَنَّ مُهَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ وَأِقَامِ الصَّلاَةِ وَاِيْتَاءِ الزَّكاَةِ وَالْحَجِّ وَصَوْمِ رَمَضَانَ

Islam dibangun atas lima pilar: kesaksian bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan shalat, menunaikan zakat, haji dan puasa Ramadhan.[7]

  1. Dasar Hukum Infaq

Syariah telah memberikan panduan kepada kita dalam berinfak atau membelanjakan harta. Allah dalam banyak ayat dan Rasul saw. dalam banyak hadis telah memerintahkan kita agar menginfakkan (membelanjakan) harta yang kita miliki. Allah juga memerintahkan agar seseorang membelanjakan harta untuk dirinya sendiri (QS at-Taghabun: 16) serta untuk menafkahi istri dan keluarga menurut kemampuannya (QS ath-Thalaq: 7). Dalam membelanjakan harta itu hendaklah yang dibelanjakan adalah harta yang baik, bukan yang buruk, khususnya dalam menunaikan zakat (QS al-Baqarah [2]: 267). Bahkan Allah Swt. berfirman:

لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّى تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ

Artinya: Kalian sekali-kali tidak sampai pada kebajikan (yang sempurna) sebelum kalian menafkahkan sebagian harta yang kalian cintai. Apa saja yang kalian nafkahkan, sesungguhnya Allah mengetahuinya. (QS Ali Imran [3]: 92).[8]

  1. Dasar Hukum Shadaqah

Secara ijma’ ulama menetapkan hukum sedekah adalah sunah. Didalam Al-Qur’an banyak ayat yang menganjurkan agar kita bersedekah diantaranya terdapat dalam firman Allah surat al-Baqarah ayat 280 dan ayat 261

Artinya: Dan jika (orang yang berhutang itu) dalam kesukaran, Maka berilah tangguh sampai Dia berkelapangan. dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.

Artinya: Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah[166] adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha mengetahui.

Pengertian menafkahkan harta di jalan Allah meliputi belanja untuk kepentingan jihad, pembangunan perguruan, rumah sakit, usaha penyelidikan ilmiah dan lain-lain.

Dalam hadist rosul memerintahkan untuk agar umatnya bersedekah meskipun dalam jumlah yang sedikit.

اِتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بشق تَمْرَة (متفق عليه)

“lindungilah dirimu semua dari siksa api neraka dengan bersedekah meskipun hanya dengan separuh biji kurma”, (Bukhari Muslim)[9]

Perbedaan zakat, infaq dan shadaqah

Infak  berarti mengeluarkan sebagian dari harta atau pendapatan/ penghasilan untuk suatu kepentingan yang diperintahkan ajaran Islam.

Jika zakat ada nisabnya sedangkan infaq tidak ada nisabnya. Infaq dikeluarkan oleh setiap yang beriman baik yang berpenghasilan tinggi maupun yang berpenghasilan rendah. Jika zakat harus diberikan kepada mustahiq tertentu, maka infaq boleh diberikan kepada siapa pun misalnya untuk orang tua, anak yatim, dll.

Dengan demikian dapat dipahami bahwa infaq pada dasarnya sama dengan zakat yang diwajibkan atas kekayaan umat. Zakat diberikan dengan ketentuan kadar, jenis, dan jumlah yang permanen sampai hari akhir, sedangkan infaq tidak ditentukan kadar dan jumlahnya dan dapat terus berkembang.[10]

 (Q.S. Al-Baqarah: 215). Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: “Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan.” Dan apa saja kebajikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.

Infak dikeluarkan oleh setiap orang yang beriman,baik yang berpenghasilan tinggi maupun rendah, apakah ia di saat lapang maupun sempit (Q.S Ali Imran: 134)

(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

Pengertian sedekah sama dengan pengertian infak, termasuk juga hukum dan ketentuan-ketentuannya. Hanya saja, jika infak berkaitan dengan materi, sedekah memiliki arti lebih luas, menyangkut hal yang bersifat non materiil. Hal ini sesuai dengan Hadist Nabi Riwayat Muslim dari Abu Dzar, Rasulullah menyatakan bahwa jika tidak mampu bersedekah dengan harta maka membaca tasbih, membaca takbir, tahmid, tahlil, berhubungan suami-isteri,dan melakukan kegiatan amar ma’ruf nahi munkar adalah sedekah.[11]

Benda yang Wajib dikeluarkan zakat

Harta yang berhubungan dengan kebutuhan pokok manusia, secara dini telah ditetapkan lima pokok harta yang dikenakan zakatnya:

  1. Zakat Emas dan Perak
  2. Zakat Peternakan
  3. Zakat Perniagaan
  4. Zakat Pertanian
  5. Zakat Tambang

Dimaksud dengan kelima macam harta tersebut hanyalah sebagai pedoman awal bagi tumbuh dan berkembangnya harta-harta lainnya yang kelak dapat dikenakan zakat padanya. Karenanya, bukan berarti selain lima macam zakat tersebut, tidak dikenakan zakat. [12]

Harta yang wajib dikeluarkan zakat adalah:

  1. Peternakan

Hewan ternak yang wajib dizakati adalah unta, sapi, kerbau dan kambing.[13]

  1. Pertanian

Yang dimaksud denagn hasil pertanian adalah hasil pertanian, baik buah-buahan atau umbi-umbian yang menjadi makannan pokok bagi manusia. Tanaman yang wajib dizakati adalah jenis biji-bijian dan buah-buahan. Kewajiabna zakat atas hasil pertanian ini sesuai dengan QS. Al-An’am ayat 141

وَهُوَ الَّذِي أَنْشَأَ جَنَّاتٍ مَعْرُوشَاتٍ وَغَيْرَ مَعْرُوشَاتٍ وَالنَّخْلَ وَالزَّرْعَ مُخْتَلِفًا أُكُلُهُ وَالزَّيْتُونَ وَالرُّمَّانَ مُتَشَابِهًا وَغَيْرَ مُتَشَابِهٍ كُلُوا مِنْ ثَمَرِهِ إِذَا أَثْمَرَ وَآتُوا حَقَّهُ يَوْمَ حَصَادِهِ وَلا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon kurma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya), dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan dikeluarkan zakatnya); dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.

Kewajiban menegeluarkan zakat hasil pertanian adalah pada saat waktu panen dengan demikian tidak perlu menungghgu sampai 1 haul (1 tahun). [14]

  1. Emas dan perak

Emas dan persk wajib dizakatkab karena danya ancaman Allah terhadap orang yang tidak mau menzakatkan keduanya, hal ini tercantum dalam surat At-Taubah ayat 34. [15]Selain itu juga diperkuat dengan hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Abu Dawud yang berbunyi: Jika kau memiliki dua ratus dirham dan telah mencapai satu tahun, maka keluarkan lima dirham sebagai zakatnya. Dan kau tidak berkewajiban (zakat) apa-apa- dalam kepemilikan emas- hingga kau memeiliki dua puluh dinar. Jika sudah kau memiliki dua puluh dinar dan telah mencapai satu tyahun, maka keluarkan setengah dinar sebagai zakatnya.[16]

Dari hadis nabi itui cukup jelas bahwa setiap harta kekayaan (emas dan perak) wajib dizakatkan bila telah mencapai nisab (perk 200 dirham  dan emas 20 dinar) dan telah dimiliki kekayaan tersebut selama 1 haul (satu tahun qomariyyah).[17]

  1. Harta Rikaz dan Tambang

Yang dimaksud harta rikaz ialah harta yang ditemikan dari dalam perut bumi merupakan peningggalan dari  umat sebelumnya yang tidak diketahui secara pasti. Bedanya dengan barang tambang ialah bahwa rikaz itu waktu ditemikan dalam keadaan barang jadi dan tidak memerlukan tenaga untuk mengolahnya, sedangkan pada barang tambang dikeluarkan dari perut bumi dalam bentuk belum jadi dengan menggunakan tenaga maksimal.[18]

Bagi yang menemukan harta rikaz itu berupa emas dan perak harus mengeluarkan zakatnya sebesar 1/5 atau 20% dan zakat barang tambang adalah sebesar 2,5%. Hal ini dikarenakan dalam mendapatkan harta rikaz tidak seberat atau sesukar mendapatkan barang tambang. [19]

Syarat zakat rikaz adalah:

  1. Berupa emas perak
  2. Kadar satu nishob
  3. Yang memendam orang jahiliyyah
  4. Diketemukan di bumi mati atau tanah milik.[20]
  5. Harta Perniagaan

Yang dimaksud dengan harta perniagaan adalah segala sesuatu yang dipersiapkan untuk diperjualbelikan. Tidak termasuk  yang dipakai dan alat-alat keperluan perniagaan yang tidak dijadikan bahan dagangan.[21]

  1. Perhitungan dan Nisab Kadar Zakat

Tumbuh-tumbuhan

Nisab zakat tanaman dan tumbuh-tumbuhan

Abu Hanifah mengatakan, “Nisab bukan merupakan syarat zakat untuk tanaman yang diharuskan zakatnya sebesar sepersepuluh. Ia tetap harus dikeluarkan, baik hasil tanaman itu sedikit maupun banyak, atas dasar sabda Nabi saw:

“apa-apa yanng disiram oleh langit (air hujan), harus dikeluarkan sepersepuluhnya; sedangkan yang disiram dengan gharb (timba besar) atau daliyah (kincir yng digerakkan oleh air), maka zakatnya adalah seperdua puluh.”

Hadits tersebut tidak disertai rincian antara tanah berpenghasilan kecil dan bannyak. Yang menjadi sebab diwajibkannya adalah tanah yang disiram dengan air hujan sehingga tidak perlu dibedakan antara tanah yang mennghasilkan sedikit dan banyak. Upah  buruh tani, biaya penanaman seperti alat-alat pertanian, tidak menggugurkan pengeluaran zakat sepersepuluh atas tanah yang harus dikeluarkan zakatnya sebesar sepersepuluh karena Nabi saw. memutuskan kewajiban tersebut tanpa memperhitungkan biaya-biaya itu. Beliau bersabda,

“apa-apa yang disiram oleh air hujan zakatnnya sepersepuluh, dan apa-apa yang disiram oleh timba zakatnya seperdua puluh”

Oleh karena itu, biaya penanaman dibebankan kepada petani. Dia diharuskan mengeluarkan zakatnya untuk semua hasil pertaniannya, tanpa harus mengurangi terlebih dahulu dengan biaya yang telah dia keluarkan.

Maliki dan Syafi’i dan jumhur fuqaha mengatakan, “Nisab adalah syarat. Oleh karena itu, tetumbuhan dan buah-buahan tidak harus dikeluarkan zakatnya kecuali bila hasilnya telah sampai lima wasaq (653kg) atau lima puluh kaylah Mishriyyah (ukuran wadah hasil pertanian yang lazim dipakai d Mesir). Karena Nabi saw. bersabda:

“pertanian yang hasilnya di bawah lima wasaq tidak mengharuskan zakat”

Satu wasaq sama dengan enam puluh sha’. Satu sha’ sama dengan lima sepertiga ritl;  dan satu ritl  sama dengan enam ratus tujuh puluh lima gram.

Para Fuqaha sepakat bahwa zakat sepersepuluh dikenakan  atas tanaman yang disiram tanpa upaya (jerih payah) pemiliknya (yakni yang disiram oleh air hujan); dan tanaman yang mengisap air dengan akara-akarnya dari sumber air yang berada didekatnya.

Zakat seperdua puluh dikenakan atas tanaman yang disiram dengan biaya dan jerih payah pemiliknya, misalnya dengan memakai timba yang besar atau dengan kincir air.[22]

Nuqud (emas, perak, dan uang)

Nisab zakat emas adalah 20 mitsqal atau satu dinar. Menurut jumhur ukuran emas tersebut sama dengan 91 23/25 gram.

Nisab perak ialah 200 dirham yang kira-kira (menurut mazhab Hanafi) sama dengan 700 gram, (menurut jumhur) sama dengan 643 gram.

Uang yang dizakatkan harus disesuaikan dengan harga emas yang telah ditentukan oleh syara’, yakni 20 mitsqal atau dinar, karena emas merupakan barang yang pertama digunakan sebagai alat tukar. Lagi pula, uang dilapisi dengan emas. Lebih dari itu, pada zaman Nabi saw. mitsqal dijadikan sebagai dasar mata uang dan dasar penentuan diyat. Mayoritas ulama sekarang berpendapat bahwa jumlahuang disesuaikan dengan harga perak. Hal ini dimaksudkan sebagai upaya kehati-hatian (ihtiyath) bagi kemaslahatan kaum fakir. Lagi pula, hal-hal seperti itu lebih bermanfaat bagi mereka (kaum fakir). . Menurut penulis, timbangan emas sebanyak 85gram, sedangkan perak sebanyak 595gram.

Kadar zakat yang wajib dikeluarkan dari emas dan perak adalah seperempat puluh (2,5%). [23]

Barang dagangan

Zakat yang wajib dikeluarkan dari barang dagangan ialah seperempat puluh harga barang dagangan. Jumlah zakat yang wajib dikeluarkan darinya sama dengan zakat emas dan perak.

Cara menghitung barang dagangan menurut jumhur ialah ketika mencapai hawl, barang-barang dengan hendaknya dihitung, baik disesuaikan dengan emas maupun perak. Ketika barang dagangan telah mencapai hawl dan nisab perak, tetapi tidak mencapai nisab emas, barang tersebut dihitung sesuai dengan nisab perak. Dan ketika barang dagangan tersebut telah mencapai nisab emas, maka perhitungan barang dagangan harus disesuaikan dengan nisabnya emas. [24]

Binatang ternak

Para ulama’ sepakat bahwa zakat unta adalah sebagai berikut:

  1. 25-35 ekor zakatnya adalah seekor bint makhad (unta betina berumur satu tahun dan memasuki tahun kedua). Mazhab Syafi’i dan maliki menambahkan, “Atau ibn labun (unta jantan) yang berusia dua tahun jika bint makhad tidak ada.´
  2. 36-45 ekor zakatnya adalah seekor bint labun yang usianya dua tahin dan memasuki tahun ketiga.
  3. 46-60 ekor zakatnya adalah seekor hiqqah (unta betina berusia tiga tahun dan memasuki tahun keempat)
  4. 61-75 ekor zakatnya adalah seekor jadz’ah (unta betina yang telah berusia empat tahun dan memasuki tahun ke lima)
  5. 76-90 ekor zakatnya adalah dua ekor bint labun.
  6. 91-120 ekor zakatnya adalah dua ekor
  7. 121-129 ekor zakatnya adalah tiga ekor bint labun, menurut jumhur ulama.

Para fuqaha sepakat bahwa awal nisab sapi atau sejenisnya, yaitu kerbau, adalah tiga puluh ekor. Zakat sapi yang jumlahnya antara:

  1. 30-39 ekor ialah seekor tabi’ atau tabi’ah (sapi jantan atau betina yang berusia satu tahun)
  2. 40-59 ekor zaktnya adalah seekor musinnah (sapi yang berusia dua tahun)
  3. 60-69 ekor zakaynya adalah dua ekor tabi’ atau tabi’ah.
  4. 70-79 ekor zakatnya adlah seekor musinnah dan seekor tabi’; seekor musinnah sebagai zakat untuk 40 ekor sapi dan seekor tabi’ untuk zakat 30 ekor sapi sisanya.
  5. 80-89 ekor zakatnya adalah dua ekor musinnah
  6. 90-99 ekor zakatnya adalah tiga ekor tabi’
  7. 100 ekor zakatnya adalah dua ekor tabi’ dan seekor musinnah sebagai zakat untuk enam puluh ekor ditambah empat puluh ekor.

Brdasarkan pada kesepakatan Fuqaha, tidak ada zakat untuk domba sa’imah (merumput sendiri) yang tidak mencapai 40 ekor karena belum mencapai nisab. Menurut jumhur fuqaha, tidak ada kewajiban zakat untuk domba yang rumputnya dicarikan pemiliknya dan juga sebagai kebutuhan pokok. Hanya saja mazhab Maliki mengatakan bahwa domba sa’imah dan ma’lufah tetap harus dikeluarkan zakatnya.

  1. 40-120 ekor domba, yang kepemilikiannya genap satu tahun, zakatnya ialah seekor domba
  2. 121-200 ekor domba zakatny aialah dua ekor domba
  3. 201-399 ekor domba zakatnya aialah tiga ekor domba
  4. 400 ekor domba zakatnya empat ekor domba.

Domba dan kambing sama-sama nisabnya dan kewajiban pengeluaran zakatnya.[25]

INTRUKSI MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA

Tanggal                : 1 Oktober 1991

Tentang               : Jenis Harta dan Ketentuan Wajib Zakat [26]

Jenis Harta Ketentuan Wajib Zakat Keterangan
Nishab Kadar Waktu
Tumbuh-tumbuhan

−     Padi

−     Biji-bijian; jagung, kacang, kedelai, dsb.

−     Tanaman hias, anggrek dan segala jenis bunga-bungaan

−     Rumput-rumputan, rumput hias, tebu bambbu, dsb.

−     Buah-buahan; mangga, jeruk, pisang, kelapa, rambutan, durian, dsb.

−     Sayur-sayuran; bawang, wortel, cabe, dsb.

750Kg beras

1.350Kg gabah

Senilai nishab padi

Senilai nishab padi

Senilai nishab padi

Senilai nishab padi

Senilai nishab padi

5%-10%

5%-10%

5%-10%

5%-10%

5%-10%

5%-10%

Tiap panen

Tiap panen

Tiap panen

Tiap panen

Tiap panen

Tiap panen

5% jika airnya susah

10% jika airnya mudah

Emas dan Perak

−     Emas murni

−     Perhiasan wanita/ pelengkapan rumah tangga dari emas

−     Perak

−     Perhiasan wanita/ pelengkapan rumah tangga dari perak

−     Logam mulia, selain perak seperti platina dsb.

−     Batu permata, seperti intan berlian dsb.

94 gram emas

Senilai94 gram emas murni

672gram perak murni

Perak murni

Senilai94 gram emas murni

Senilai94 gram emas murni

2,5%

2,5%

2,5%

2,5%

2,5%

2,5%

Satu tahun

Satu tahun

Satu tahun

Satu tahun

Satu tahun

Satu tahun

Harta simpanan (untuk perhiasan sehari-hari tidak diwajibkan zakat)

Perusahaan, perdagangan, pendapatan dan jasa

−     Industri, seperti semen, pupuk, tekstil dsb.

−     Usaha perhotelan, hiburan, restoran dsb.

−     Perdagangan, ekspor/import, kontraktor, realestate, percetakan/ penerbitan, swalayan/ supermarket dsb

−     Jasa, konsultan, notaris, komisioner, travel biro, salon, transportasi, pergudangan, pembengkelan, akuntansi, dokter dsb.

−     Pendapatan, gaji, honorarium, jasa produksi, lembur dsb.

−     Usaha perkebunan perikanan dan peternakan

−     Uang simpanan deposito, tabanas, taska simpeda, simaskot, tahapan, giro dsb.

Senilai 94 gr emas murni

Senilai 94 gr emas murni

Senilai 94 gr emas murni

Senilai 94 gr emas murni

Senilai 94 gr emas murni

Senilai 94 gr emas murni

Senilai 94 gr emas murni

2,5%

2,5%

2,5%

2,5%

2,5%

2,5%

2,5%

Satu tahun

Satu tahun

Satu tahun

Satu tahun

Satu tahun

Satu tahun

Satu tahun

Seluruh kekayaan setelah dikurangi kewajiban- kewajiban yang harus dibayar seperti pajak dll. (harta kekayaan bersih)

Binatang ternak

1.      Kambing, biri-biri, domba

2.      Sapi

40 s/d 120 ekor

121 s/d 200 ekor

30 ekor

40 ekor

60 ekor

70 ekor

1 ekor

2 ekor

1 ekor umur 1 tahun

1 ekor umur dua tahun

2 ekor umur 1 tahun

2 ekor umur 2 tahun

Satu tahun

Satu tahun

Satu tahun

Satu tahun

Satu tahun

Satu tahun

Setiap ketambahan 100 ekor, kadar zakatnya 1 ekor

Setiap tambahan 30 ekor, kadar zakatnya 1 ekor umur 1 tahun

Setiap tambahan 40 ekor, kadar zakatnya 1 ekor umur 1 tahun

  1. Orang yang Menerima Zakat

Golongan yang berhak menerima zakat sudah ditentukan oleh Al-Qur’an dalam surat At-Taubah:60 yaitu,

إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَاِبْنِ السَّبِيلِ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

Artinya: Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para muallaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berutang, untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Berikut perinciannya:

  1. Fakir

adalah orang yang tidak mempunyai harta dan pekerjaan yang layak untuk mencukupi kebutuhan dirinya sendiri dan orang yang wajib ia nafkahi.

  1. Miskin

adalah orang yang memiliki harta dan pekerjaan yang layak untuk kebutuhannya dirinya sendiri dan kebutuhan orang yang wajib di nafkahi tetapi tidak mencukupi. [27]Orang-orang miskin kondisinya lebih baik dari orang-orang fakir. Orang miskin diberi bagian dari zakat yang dapat menutupi kekurangan  dalam memenuhi kebutuhan mereka selama satu tahun.[28]

  1. Amil Zakat

adalah petugas pengumpul zakat yang ditunjuk oleh imam (pemerintah) untuk menarik zakat (dari wajib zakat) dan membagikannya kepada yang berhak menerimanya. Orang-orang ini juga berhak mendapat bagian zakat, meskipun mereka orang kaya. Ketentuan ini berlaku jika penguasa (pemerintah) tidak menggaji mereka dari Baitul Mal, namun jika pemerintah telah menggaji mereka maka mereka tidak boleh diberi zakat lagi sebab ketika sudah mendapat gajimereka otomatis tidak memiliki hak dalam zakat tersebut.

Adapun kadar yang diambil oleh amil zakat adalah seperdelapan sebagai upah dari jerih payahnya.[29]

  1. Muallaf

Muallaf ada 4 golongan yaitu:

  1. Orang yang baru masuk Islam dan niatnya masih lemah, diberi zakat supaya niatnya menjadi mantap (yakin).
  2. Orang terkemuka yang apabila dia diberi zakat diharapkan bawahannya tertarik masuk Islam.
  3. Penjaga benteng-benteng di tempat yang dikhawatirkan mendapat serangan kair jika dibutuhkan.
  4. Muslim yang berperang atau menakut-nakuti orang yang tidak mau mengeluarkan zakat jika dibutuhkan.

Dari kelompok no 1 dan no 2 yang memberkan zakat boleh individu (muzakki). Sedangkan kelompok no 3 dan 4 yang memberikan zakat harus pemerintah (amil).[30]

  1. Riqab

Secara harfiah, riqab artinya bentuk dari budak. Dewasa ini, manusia dengan status budak belian seperti ini sudah tidak banyak lagi ditemukan atau bahkan sudah tidak ada. Akan tetapi, jika menengok pada makna yang lebih dalam lagi, arti riqab secara jelas menunjukkan pada kelompok manusia yang tertindas dan tereksploitasi oleh amnesia lain, baik secara personal maupun struktural. Deengan kata lain, berbeda dengan fakir miskin yang lebih merujuk pada manusia yang menderita secara sosial ekonomi, maka riqab merujuk pada orang atau masyarakat yang menderita secara budaya dan terutama secara politik. Persoalan pokok yang dihadapi riqab adalah bagaimana seseorang atau masyarakat dalam konteks kolektif bisa mengatur,memilih, dan menentukan arah dan cara hidup mereka sendiri secara merdeka.

Dalam pengertian ini, dana zakat untuk kategori riqab berarti sama dengan dana untuk usaha pemerdekaan orang atau kelompok orang yang sedang dalam keadaan tertindas dan kehilangan haknya untuk menentukan arah hidupnya sendiri. Dalam konteks individual, dana ini bisa digunakan untuk mengentaskan buruh-buruh rendahan dan buruh kasar dari belenggu majikan yang menjeratnya, serta mengusahakan pembebasan orang-orang tertentu yang dihukum atau dipenjara hanya lantaran menggunakan hak dasarnya untuk berpendapat atau memilih.

Sementara dalam bentuknya yang struktural, dana riqab ini bisa berarti dana untuk proses penyadaran dan pembebasan masyarakat yang tertindas berkaitan dengan hak-hak dasar mereka sebagai manusia baik dalam dimensi individual maupun sosialnya. [31]

  1. Ghaarim

adalah orang-orang yang berutang bukan untuk maksiat, yang kemudian tidak punya sesuatu untuk dibayarkannya. Mujtahid memasukkan asnaf ghaarim bagi orang-orang yang terbakar rumahnya atau kena musibah yang menghabiskan harta bendanya.[32]

  1. Fii Sabilillah

adalah sukarelawan yang pergi berperang di jalan Allah dan tidak mendapatkan gaji dari Baitul Maal. Maka, ia diberi bagian dari harta zakat. Kata fii sabilillah di jalan Allah apabila tidak dibatasi dengan kata lain maka yang dimaksud adalah perang di jalan Allah. Allah berfirman,

وَقَاتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Dan berperanglah kamu sekalian di jalan Allah, dan ketahuilah sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِهِ صَفًّا كَأَنَّهُمْ بُنْيَانٌ مَرْصُوصٌ

Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.

  1. Ibnu Sabil

adalah orang yang bepergian, asalkan bupergian maksiyat, seperti sekedar bertamasya atau studi banding. Musafir tersebut berhak menerima zakat kadar ongkos transport, akomodasi dan penginapan selama dalam perjalanan dengan syarat tidak menjadi mukim (maksimal 3 hari). Jika ada kelebihannya, maka sisanya harus dikembalikan.[33]

  1. ANALISIS

Yang dimaksud dengan binatang ternak adalah semua binatang yang dipelihara dengan diberi makan atau mencapai makanannya sendiri. peternakan seperti ini banyak terdapat di Indonesia. padahal yang kita ketahui selama ini binatang ternak yang wajib dizakati yaitu meliputi sapi, kambing atau domba, dan unta. melihat perkembangan dan masa depannya binatang ternak tersebut dapat diberikan modal zakat untuk peternakan binatang-binatang ini, dan pada gilirannya setelah mencapai nisab dan genap satu tahun dapat diambil zakat ternak atau zakat tijarah. Berdasarkan dalil Q.S Al-Baqarah  ayat 29

  1. Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. dan Dia Maha mengetahui segala sesuatu.

Syekh Muhammad Al-Madani menjelaskan ayat Al-Qur’an ini sebagai kaidah untuk segala sesuatu yang tumbuh baru dalam bidang mu’amalah yang belum dikenal pada masa lampau. dengan catatan sebagaimanan pandangan Syafi’i seperti ternak bandeng dan ternak lebah apabila dimaksudkan untuk perdagangan dan memenuhi syarat-syarat wajib dikeluarkannya zakat sebagaimana harta dagangan.

Menurut ulama-ulama mazhab hanafi dan hambali mewajibkan zakat pada madu. Ketentuan yang dapat dijalankan untuk zakat madu ini dikiaskan dengan zakat pertanian, ataupun boleh dengan zakat tijarah. Menurut ulama hanafi zakat madu bisa 5% atau 10 % tergantung dari pemeliharaannya. Sementara hanabilah menetapkan 10% saja. Sedangkan untuk ternak bandeng wajib dizakati sebagaimana perdagangan dengan memenuhi syarat-syarat yang ada.

  1. KESIMPULAN

Zakat adalah sesuatu yang dikeluarkan atas nama harta atau badan dengan mekanisme tertentu dan merupakan rukun islam yang ketiga. Infaq merupakan pemberian rizki kepada orang lain berdasarkan rasa ikhlas kepada Allah swt. berupa materi, sedangkan shodaqoh bisa berupa materi maupun non materi. Dasar hukum dianjurkannya shadaqah terdapat dalam firman Allah surat al-Baqarah ayat 280 dan ayat 261.

Benda yang wajib dizakati yaitu emas dan perak, hewan ternak, harta dagangan dan hasil pertanian.

Jenis harta yang wajib di zakati diantaranya: tumbuh-tumbuhan, nuqud (emas, perak dan uang), barang dagangan, binatang ternak (unta, sapi, kerbau, domba dll) dengan kadar dan nisab yang telah dijelaskan dalam pembahasan.

Golongan orang yag berhak menerima zakat adalah fakir, miskin, amil zakat, muallaf, riqab, gharim, fii sabilillah, ibnu sabil.

  1. PENUTUP

Demikianlah makalah yang kami susun. Kami menyadari dalam penyyusunan makalah ini masih banyak kekurangan dan jauh dari kata “sempurna”. Untuk itu kritik dan saran sangat kami harapkan demi perbaikan penyusunan makalah yang baik. Semoga makalah ini bermanfaat. Amin.

[1] Muhammad Sokhi Asyhadi, FIQIH IBADAH VERSI MADZHAB SYAFI’I, (Semarang: Pondok Pesantren Fadllul Wahid, 2012), hlm. 206

[2] Amiruddin Inoed dkk, Anatomi Fiqh Zakat Potret & Pemahaman Badan Amil Zakat Sumatera Selatan, (Yogyakarta: PUSTAKA PELAJAR, 2005), hlm. xiii

[3]http://aliabdussalam.wordpress.com/2012/11/12/zakat-makalah/diakses 26 April 2013 pukul 21:32 WIB

[4]http://thoiqus.blogspot.com/2013/01/makalah-pai-tentang-zakat.htmldiakses 26 April 2013 pukul 21:37 WIB

[5]Abdul Aziz Muhammad Azzam, dan Abdul Wahhab Sayyed Hawwas, FIQH IBADAH Thaharah, Shalat, Zakat, Puasa, dan Haji, (Jakarta: AMZAH, 2009), hlm. 343-344

[6] Amiruddin Inoed dkk, Anatomi Fiqh Zakat Potret & Pemahaman Badan Amil Zakat Sumatera Selatan, hlm. 15

[7] Abdul Aziz Muhammad Azzam dan Abdul Wahhab Sayyed Hawwas, FIQH IBADAH Thaharah, Shalat, Zakat, Puasa, dan Haji, hlm. 344

[8]http://evhynirfayani-scorpion.blogspot.com/2012/06/contoh-makalah-tentang-zakatinfaq-dan.html  diakses 9 Mei 2013 pukul 19:32 WIB

[9] Abdul Rahman Ghazaly, dkk, FIQH MUAMALAT, (Jakarta: KENCANA PREDANA MEDIA GROUP, 2010), hlm.150

[10] Amiruddin Inoed dkk, Anatomi Fiqh Zakat Potret & Pemahaman Badan Amil Zakat Sumatera Selatan, hlm. 12

[11]http://salamsalam.org/religi/islam-old-data/zakat–infak–sedekah/61-perbedaan-infak-zakat-sedekah diakses 9 Mei 2013 pukul 22:01 WIB

[12] Syaifuddin Zuhri, ZAKAT DI ERA REFORMASI (TATA KELOLA BARU), (Semarang:Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo bekerjasama BIMA SAKTI, 2012), hlm. 62-63

[13] Mihammad Sokhi Asyhadi, FIKIH IBADAH VERSI MADZHAB SYAFI’I, (Semarang: Pondok Pesantren Fadllul Wahid, 2012), hlm. 208

[14] Amir Syarifuddin,  GARIS-GARIS BESAR FIQIH, (Jakarta: KENCANA, 2010), hlm. 44

[15] Amir Syarifuddin,  GARIS-GARIS BESAR FIQIH, hlm. 41

[16] Abdul Aziz Muhammad Azzam dan Abdul Wahhab Sayyed Hawwas, FIQIH IBADAH Thaharah, Shalat, Zakat, Puasa, dan Haji, hlm, 358

[17] Amir Syarifuddin, GARIS-GARIS BESAR FIQIH,hlm. 42

[18] Amir Syarifuddin,  GARIS-GARIS BESAR FIQIH, hlm. 46

[19] Abdul Aziz Muhammad Azzam dan Abdul Wahhab Sayyed Hawwas, FIQIH IBADAH Thaharah, Shalat, Zakat, Puasa, dan Haji, hlm.363

[20] Mihammad Sokhi Asyhadi, FIKIH IBADAH VERSI MADZHAB SYAFI’I, hlm. 215

[21]  Amir Syarifuddin,  GARIS-GARIS BESAR FIQIH, hlm. 45

[22] Wahbah Al-Zuhayly, Zakat Kajian Berbagai Mazhab, (Bandung:PT REMAJA ROSDAKARYA, 2008), hlm. 192-197

[23] Wahbah Al-Zuhayly, Zakat Kajian Berbagai Mazhab, hlm. 127-129

[24] Wahbah Al-Zuhayly, Zakat Kajian Berbagai Mazhab, hlm. 174.

[25] Wahbah Al-Zuhayly, Zakat Kajian Berbagai Mazhab, hlm.231-242.

[26] Saifudin Zuhri, Zakat Kontekstual, (Semarang, penerbit: CV. BIMA SEJATI, 2000), hlm. 117-120.

[27] Muhammad Sokhi Asyhadi, FIQIH IBADAH VERSI MADZHAB SYAFI’I, hlm. 219-220

[28] Saleh Al-Fauzan, FIQIH SEHARI-HARI, (Jakarta: Gema Insani, 2006), hlm. 280

[29] Abdul Aziz Muhammad Azzam dkk, FIQH IBADAH Thaharah, Shalat, Zakat, Puasa dan Haji,  hlm. 408

[30] Muhammad Sokhi Asyhadi, FIQIH IBADAH VERSI MADZHAB SYAFI’I, hlm. 223

[31] Ilyas Supena dkk, MANAJEMEN ZAKAT, (Semarang: Walisongo Press,2009 ), hlm. 37-38

[32] Saifuddin Zuhri, ZAKAT DI ERA REFORMASI (TATA KELOLA BARU), (Semarang: Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo bekerja sama dengan BIMA SAKTI, 2012 ), HLM. 111

[33] Muhammad Sokhi Asyhadi, FIQIH IBADAH VERSI MADZHAB SYAFI’I, hlm. 225

Standar

TAFSIR AYAT-AYAT TENTANG SUBYEK PENDIDIKAN
MAKALAH
Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah: Tafsir
Dosen Pengampu : Dr. H. Hamdani Mu’in, M.Ag

1513748_457992367672700_3982336215781464060_n

Disusun Oleh :
Mukti Rohmawati (113811034)
Arni Janu Wulandari (123111058)

FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2015

TAFSIR AYAT-AYAT TENTANG SUBYEK PENDIDIKAN
I. PENDAHULUAN
Pendidik merupakan unsur yang sangat esensi dalam memberi bimbingan dan bantuan kepada peserta didik dalam perkembangan jasmani dan rohani agar mencapai kedewasaan, dan mampu melaksanakan tugasnya sebagai makhluk Allah SWT yaitu kholifah di muka bumi.
Al-Quran sebagai pedoman hidup manusia di dalamnya terkandung ayat-ayat yang dapat kita gunakan sebagai pedoman hidup manusia. Diantaranya merupakan ayat-ayat yang menggali tentang subjek pendidikan.
Untuk itu dalam makalah ini penulis mencoba memaparkan sedikit tentang ayat-ayat Al-Qur’an yang berhubungan dengan subjek pendidikan dengan harapan dapat lebih memahami bagaimana subjek pendidikan menurut Al-Quran.
Kajian yang akan kita bahas kali ini adalah subjek pendidikan dalam Al Qur’an dengan pendekatan Tafsir Tematik.

II. RUMUSAN MASALAH
A. Bagaimanakah penjelasan Al-Qur’an, surat al-Rahman ayat 1-4?
B. Bagaimanakah penjelasan Al-Qur’an, surat al-Nahl ayat 43-44?
C. Bagaimanakah penjelasan Al-Qur’an, surat al-Najm ayat 5-6?
D. Bagaimanakah penjelasan Al-Qur’an, surat al-Kahfi ayat 66?

III. PEMBAHASAN
A. Penjelasan Al-Qur’an, surat al-Rahman ayat 1-4

Atinya:
1. (Tuhan) yang Maha pemurah,
2. Yang telah mengajarkan Al Qur’an.
3. Dia menciptakan manusia.
4. Mengajarnya pandai berbicara .(Q.S al-Rahman ayat 1-4)

Ayat 1-2, Allah yang Maha Pengasih, baik di dunia, akhirat ataupun keduanya yang Rahmatnya meliputi segala sesuatu. Allah SWT mengajarkan Al-Qur’an kepada manusia sehingga Dia memudahkan Al-Qur’an untuk dihafal, dibaca, dipahami, dan diamalkan. Ar Rahman dalam surat ini dapat diartikan sebagai seruan awal agar semua memperhatikan tentang informasi, yaitu informasi mengenai berbagai macam nikmat dari ar Rahman.
Nikmat pertama ialah “Yang telah mengajarkan Al-Qur’an”. Dengan demikian maka jelaslah tujuan Allah mengajarkan Al-Qur’an kepada manusia yakni agar manusia yang juga sebagai penghuni alam semesta dapat peka dan paham terhadap segala sesuatu yang ada dalam Al-Qur’an.
Ayat 3- 4, Allah menciptakan pada diri manusia tenaga untuk menjelaskan apa yang terkandung dalam pemikirannya dengan bahasa yang dapat dipahami. Manusia tidak dapat hidup sendirian, mereka memerlukan orang lain. Oleh karena itu mereka memerlukan bahasa sebagai alat komunikasi dan alat untuk memelihara ilmu yang diterimanya dari orang-orang sebelumnya untuk disampaikan kepada orang sesudahnya.
Dalam surat al-Rahman ayat 1-4 pada awal surat menggunakan kata ar-Rahman (الرَّحمن) yang bertujuan untuk mengundang rasa ingin tahu kaum musyrikin Mekkah pada waktu itu, dengan harapan mereka akan tergugah untuk mengakui nikmat Allah dan beriman kepada Allah.
Selain itu, ayat-ayat ini juga turun sebagai bantahan bagi penduduk mekah yang terdapat dalam Surat an Nahl ayat 103 yang mengatakan bahwa Al Qur’an diajarkan oleh Manusia biasa terhadap Nabi Muhammad. Sehingga pada ayat ini Allah menunjukan dan menyatakan bahwa Allah lah yang telah mengajarkan Al Qur’an kepada Nabi Muhammad Saw melalui Malaikat Jibril yang selanjutnya akan diajarkan kepada umatnya.
Selain ayat ini, ada juga ayat lain yang menjelaskan bahwa Nabi Muhammad itu bukan diajar atau dididik oleh manusia biasa melainkan dididik oleh Allah melalui malaikat Jibril yakni Surat an Najm ayat 5 dan 6, yang penjelasannya akan dijelaskan pada pembahasan selanjutnya.
Dalam surat ar Rahman juga terdapat kata (عَلّمَ) yang mashdarnya (تَعْلِيْمُ) mempunyai arti proses transportasi ilmu. Ini menunjukan kenyataan bahwa memang benar Al Qur’an itu diturunkan kepada Nabi muhammad secara berangsur-angsur dan pengajaran Al Qur’an kepada manusia itu memang secara bertahap sehingga Al Qur’an bisa dipahami oleh manusia.
Di ayat selanjutnya terdapat kata al insan (الانسن) kata ini memiliki makna seluruh manusia bukan hanya nabi Muhammad saja. Dalam penciptaan manusia terdapat pula penciptaan alat-alat tubuh yang digunakan untuk berkomunikasi seperti lidah, bibir, tenggorokan, dan paru-paru. Semua organ inilah yang nantinya akan terlibat dalam proses menghasilkan sebuah suara. Sehingga semua proses penghasilan suara ini dapat dimasukan kedalam pengajaran al Bayan.
Kata (البيان) al bayan pada mulanya berarti jelas. Kata tersebut dipahami oleh Thabathaba’i dalam arti “potensi mengungkap” yakni kalam atau ucapan yang dengannya dapat terungkap apa yang ada dalam benak. Lebih lanjut, ulama’ ini mengatakan bahwa kalam bukan sekedar mewujudkan suara, dengan menggunakan rongga dada, tali suara, dan kerongkongan. Bukan juga hanya dalam keanekaragaman suara yang keluar dari kerongkongan akibat perbedaan makharij al-huruf atau tempat-tempat keluarnya huruf dari mulut. Tetapi juga bahwa Allah Swt menjadikan manusia dengan mengilhaminya, yakni mampu memahami makna suara yang keluar itu. Lain halnya dengan Thabathaba’i, Ibnu al Qayyim lebih menspesifikan al bayan ke dalam tiga tingkatan yang masing-masing didefinisikan dengan bayan :
a. Bayan pertama adalah pandai berfikir yakni dapat memilah-milah informasi, bayan pertama ini untuk hati.
b. Bayan kedua adalah pandai berbicara yakni mampu mengungkapkan informasi dan menerjemahkanya untuk orang lain, bayan kedua ini untuk telinga.
c. Bayan ketiga adalah pandai menulis, yakni dapat menuliskan kata-kata sehingga orang yang melihat dapat mengerti maknanya seperti orang yang mendengar, bayan ini untuk mata.
Dengan demikian jelas bahwa manusia itu pada dasarnya sudah diajari atau dianugrahi oleh Allah Swt dua buah kemampuan. Pertama, kemampuan untuk mengajarkan sesuatu kepada orang lain, walaupun pengajaran yang dilakukan manusia itu sifatnya terbatas. Kedua, kemampuan untuk menyerap pengajaran dari orang lain. Jika dihubungkan ke dalam hal Pendidikan, maka kedua kemampuan inilah yang akan menjadi kunci bagi sesuatu agar bisa disebut dengan pelaku pendidikan atau yang biasa disebut dengan Subyek pendidikan.

B. Penjelasan Al-Qur’an, surat al-Nahl ayat 43-44

(43) Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang-orang lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka; Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.

(44) Keterangan-keterangan (mukjizat) dan kitab-kitab. dan Kami turunkan kepadamu Al-Qur’an, agar kamu menerangkan pada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan.(Q.S al-Nahl ayat 43-44)

Ayat 43, Allah menyatakan bahwa Dia tidak mengutus seorang rosul pun sebelum nabi Muhammad kecuali manusia yang diberi-Nya wahyu. Ayat ini menggambarkan bahwa rosul-rosul yang diutus itu hanyalah laki-laki dari keturunan Adam sampai nabi Muhammad saw yang bertugas membimbing umatnya agar mereka beragama tauhid dan mengikuti bimbingan wahyu. Oleh karena itu yang pantas diutus untuk melakukan tugas itu adalah rosul-rosul dari jenis mereka dan berbahasa mereka.
Dalam ayat ini juga, Allah swt meminta orang-orang musyrik agar bertanya kepada orang-orang ahli kitab apakah didalam kitab mereka terdapat keterangan bahwa Allah pernah mengutus malaikat kepada mereka. Kalau memang disebutkan didalam kitab mereka bahwa Allah pernah menurunkan malaikat sebagai utusan Allah, mereka boleh mengingkari kerosulan Muhammad. Tetapi, apabila disebutkan dalam kitab mereka bahwa Allah hanya mengirim utusan seorang manusia yang sejenis dengan mereka , maka sikap mereka mengingkari kerosulan Muhammad saw itu tidak benar.
Ayat 44, Allah menjelaskan bahwa para rosul diutus dengan membawa bukti-bukti tentang kebenaran mereka, yaitu berupa mukjizat-mukjizat. Allah juga menurunkan Al-Qur’an kepada nabi Muhammad supaya beliau menjelaskan kepada manusia mengenai ajaran, perintah, larangan, dan aturan hidup yang harus mereka perhatikan dan mereka amalkan. Al-Qur’an juga mengandung kisah-kisah umat terdahulu agar dijadikan suri tauladan dalam menempuh hidup di dunia.
Telah diketahui sebelumnya bahwa kaum musyrikin selalu melakukan penolakan menyangkut kerasulan Nabi Muhammad. Dalam penolakan itu mereka selalu berkata manusia tidak wajar menjadi utusan Allah. Mereka menginginkan bahwa yang diutus itu haruslah Malaikat. Kemudian ayat ini turun dan menegaskan tentang jawaban dari penolakan itu. Selain memberikan jawaban mengenai penolakan kaum musyrikin, ayat-ayat ini juga dapat dipahami sebagai perintah Allah untuk mereka yang tidak mengetahui agar bertanya kepada yang tahu. Adapun orang yang berpengetahuan itu disebut (اهل الذكر) ahluz-zikri.
Dalam hal ini ahluz-zikri yang dimaksud adalah ahli kitab. Kaum musyrikin diperintakan untuk bertanya kepada para ahli kitab sebab mereka lah yang dianggap tahu mengenai isi dari kitab-kitab terdahulu. Walaupun ayat ini dirujukan kepada Ulama yahudi dan nasrani, tetapi cakupan ayat ini juga bisa berarti lebih umum lagi, yakni bagi mereka yang kurang memahami suatu hal perlu bertanya kepada ahlinya, termasuk diantaranya Ulama Islam.
Sejatinya yang diperintahkan untuk berfikir serius atau mendetail mengenai isi dan kandungan Al Qur’an bukan hanya Nabi Muhammad seorang, tetapi seluruh manusia. Sebab Al Qur’an itu merupakan hidayah dari Allah yang fungsi utamanya adalah sebagai petunjuk bagi manusia dalam mengelola hidupnya di dunia secara baik, dan merupakan rahmat untuk seluruh alam semesta.
Dari berbagai penjelasan diatas jika dihubungkan dengan pendidikan, maka akan muncul 2 hal penting. Pertama, Mengenai Gambaran seperti apa seharusnya pelaku pendidikan atau yang sering disebut dengan Subyek pendidikan itu, dan yang Kedua, Mengenai bahan ajar atau sesuatu yang akan diajarkan dan diterima oleh para pelaku pendidikan tersebut.

C. Penjelasan Al-Qur’an, surat al-Najm ayat 5-6
Artinya:
(5) yang diajarkan kepadanya oleh (jibril) yang sangat kuat
(6) yang mempunyai keteguhan; maka (jibril itu) menampakkan diri dengan rupa yang asli (rupa yang bagus dan perkasa)

Ayat 5, dalam ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa nabi Muhammad SAW diajari oleh malaikat jibril. malaikat jibril itu sangat kuat, baik ilmunya maupun amalnya. Dari sinilah jelas bahwa nabi Muhammad itu bukan diajari oleh manusia, tapi beliau diajari oleh malaikat yang sangat kuat.
Ayat 6, Allah SWT menerangkan dalam ayat ini, bahwa malaikat jibril memiliki kekuatan yang luar biasa. Seperti dalam suatu riwayat yang menjelaskan bahwa malaikat jibril pernah membalikkan perkampungan nabi Lut kemudian mereka diangkat ke langit lalu dijatuhkan ke bumi. Ia juga pernah menghembuskan kaum nabi samud hingga berterbangan. Dan apabila ia turun ke bumi hanya dibutuhkan waktu sekejap mata. Ia juga dapat berubah bentuk seperti manusia.
Kata ( (علّمه‘allamahu/ diajarkan kepadanya bukan berarti wahyu tersebut bersumber dari malaikat jibril. Malaikat menerima wahyu dari Allah dengan tugas menyampaikannya secara baik, dan benar kepada nabi Muhammad saw, dan itulah yang dimaksud dalam pengajaran disini.
Kata ( (مرّةmirrah berarti melilitkantali guna menguatkan sesuatu. Kata ) ذو مرّة) dzu mirrah digunakan untuk menggambarkan kekuatan nalar dan tingginya kemampuan seseorang.

D. Penjelasan Al-Qur’an, surat al-Kahfi ayat 66
Artinya:
Musa berkata kepada khidir, “bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar diantara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?”

Ayat ini menyatakan bahwa maksud Nabi Musa as datang kepada al-Khidir, yaitu untuk berguru kepadanya. Nabi Musa as memberi salam kepada al-Khidir seraya berkata, “Saya adalah Musa”. Al-Khidir bertanya kepadanya (Nabi Musa as), “Musa dari Bani Isra’il?”. Musa menjawab, “Ya benar!”. Maka al-Khidir memberi hormat kepadanya seraya berkata, “Apa keperluannmu datang kemari?”. Nabi Musa as menjawab, bahwa beliau datang kepadanya supaya diperkenankan mengikutinya dengan maksud supaya al-Khidir mau mengajarkan kepadanya sebagian ilmu yang telah Allah ajarkan kepada al-Khidir itu, yaitu ilmu yang bermanfaat dan amal yang shaleh.
Dalam ayat ini Allah menggambarkan secara jelas sikap Nabi Musa as sebagai calon murid kepada calon gurunya dengan mengajukan permintaan berupa bentuk pertanyaan, itu berarti Nabi Musa as sangat menjaga kesopanan dan merendahkan hati. Beliau menempatkan diri sebagai orang yang bodoh dan mohon diperkenankan mengikutinya supaya al-Khidir sudi mengajarkan sebagian ilmu yang telah Allah berikan kepadanya.

E. Analisis ketarbiyahan
pendidikan Islam adalah proses transfer ilmu (ajaran Islam) dari satu pihak ke pihak lain atau dari satu generasi ke generasi lain yang memiliki tujuan dasar yaitu perubahan tingkah laku pada diri peserta didik dan memiliki tujuan akhir, yakni menghambakan diri kepada Allah SWT untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Seorang pendidik berkewajiban untuk mengajarkan ilmunya kepada peserta didik, sedangkan peserta didik berkewajiban menuntut ilmu dari seorang pendidik. Karena peran seorang pendidik sangat besar terhadap peserta didiknya, maka seorang peserta didik harus menghormatinya. Dari sinilah terlihat bahwa penghoramatan terhadap seorang pendidik termasuk bagian dari aspek akhlak (etika). Penghoramatan seorang peserta didik terhadap seorang pendidiknya telah dicontohkan oleh Nabi Musa as terhadap al- Khidir. Di antara bentuk-bentuk penghormatan Nabi Musa as terhadap al- Khidir adalah berbicara dengan lemah lembut, tidak banyak bicara, dan menganggap al-Khidir lebih tahu daripada dirinya.
Pendidik sangat penting sebagai penuntun bagi peserta didiknya dan sebagai teladan bagi peserta didiknya karena tujuan dasar dari pendidikan, yakni perubahan tingkah laku peserta didik, salah satunya adalah tergantung dari pendidiknya. Jika pendidiknya memberikan teladan yang baik maka peserta didiknya akan mengikutinya, begitu juga sebaliknya jika pendidiknya memberikan teladan yang tidak baik maka peserta didiknya akan mengikutinya.

IV. KESIMPULAN
Manusia itu pada dasarnya sudah dianugerahi oleh Allah Swt dua buah kemampuan. Pertama, kemampuan untuk mengajarkan sesuatu kepada orang lain, walaupun pengajaran yang dilakukan manusia itu sifatnya terbatas. Kedua, kemampuan untuk menyerap pengajaran dari orang lain. Jika dihubungkan ke dalam hal Pendidikan, maka kedua kemampuan inilah yang akan menjadi kunci bagi sesuatu agar bisa disebut dengan pelaku pendidikan atau yang biasa disebut dengan Subyek pendidikan
Sejatinya yang diperintahkan untuk berfikir serius atau mendetail mengenai isi dan kandungan Al Qur’an bukan hanya Nabi Muhammad seorang, tetapi seluruh manusia. Sebab Al Qur’an itu merupakan hidayah dari Allah yang fungsi utamanya adalah sebagai petunjuk bagi manusia dalam mengelola hidupnya di dunia secara baik, dan merupakan rahmat untuk seluruh alam semesta.
Dari berbagai penjelasan diatas jika dihubungkan dengan pendidikan, maka akan muncul 2 hal penting. Pertama, Mengenai Gambaran seperti apa seharusnya pelaku pendidikan atau yang sering disebut dengan Subyek pendidikan itu, dan yang Kedua, Mengenai bahan ajar atau sesuatu yang akan diajarkan dan diterima oleh para pelaku pendidikan tersebut.
Penghoramatan seorang peserta didik terhadap seorang pendidiknya telah dicontohkan oleh Nabi Musa as terhadap al- Khidir. Di antara bentuk-bentuk penghormatan Nabi Musa as terhadap al- Khidir adalah berbicara dengan lemah lembut, tidak banyak bicara, dan menganggap al-Khidir lebih tahu daripada dirinya.

V. PENUTUP
Demikian makalah yang bisa kami susun, terkait dengan Tafsir Ayat-Ayat Tentang Subyek Pendidikan. Semoga makalah ini dapat bermanfaat baik bagi penyusun maupun bagi pembaca.Kami menyadari penulisan makalah ini masih banyak kekurangan dan jauh dari sempurna. Untuk itu kritik dan saran yang membangun sangat kami harapakan demi perbaikan penyusunan makalah selanjutnya.

DAFTAR PUSTAKA

Al Qarni, Aidh. 2008. Tafsir Muyassar 4 juz 24-30. Jakarta: Qisthi Press

AL-Maragi, Ahmad Mustafa. 1993. Tafsir Al-Marag(terjemahan). Semarang: PT Karya Toha Putra Semarang
Ash Shiddeqy, Teungku Muhammad Hasbi. 2000. Tafsir Al-Quranul Majid An-nuur. Semarang: Pustaka Riski Putra

Depag RI. 2010. Al-Qur’an dan Tafsirnya Jilid IX. Jakarta: Lentera Abadi
Taufiq, M. Izzudin. 2006. Dalil Anfus Al Quran dan Embriologi (ayat-ayat tentang penciptaan manusia). Solo: Tiga Serangkai